Kerugian Negara Rp1,5 Triliun, Kejagung Kembangkan Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri

430

JAKARTA — Kasus pembobolan Bank Mandiri Commercial Banking Center cabang Bandung dalam pemberian fasilitas kredit Bank Mandiri kepada PT Tirta Amart Bottling (TAB) Company yang merugikan keuangan negara senilai Rp1,5 triliun terus dikembangkan Kejaksan Agung. Hal ini dilakukan banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan oleh penyidik Kejagung.

Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya paksa terhadap semua pihak yang terkait dengan kredit fiktif yang merugikan keuangan negara yang cukup fantastis tersebut dan memperjelas peran dari masing-masing dalam kasus tersebut.

“Upaya paksa penahanan akan kita lakukan dan kita usahakan yang belum jelas akan kita penjelas lagi. Karena banyak kejanggalan saat terjadi transaksi antara peminjam dan pemberi kredit, kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Kejanggalan-kejanggalan yang dimaksud Jaksa Agung adalah proposal kredit yang diajukan tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dan tenggang waktu pengembalian kredit tidak jelas.

“Kejanggalan-kejanggalan ini akan kita dalami, apalagi indikasinya ada kecurigaan. Di mana pemohon minta perpanjangan kredit pembayaran, tapi ternyata malah ditambah kredit dan itu perlu dijelaskan seperti apa,” ungkapnya.

Untuk itulah Kejagung akan terus mengejar semua pihak yang terkait dalam kasus kredit fiktif Bank Mandiri cabang Bandung. Karena kerugian negara lanjutnya, tidak main-main triliunan rupiah.

“Kita sudah komitmen bahwa kerugian negara Rp1,5 triliun itu harus kembali kepada negara, tidak adil kalau mereka menikmati uang rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menahan Rony Tedy (RT), tersangka pembobol Bank Mandiri Commercial Banking Center (CBC) Cabang Bandung, Rabu (24/1/2018). RT merupakan tersangka kasus dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, dalam pemberian fasilitas kredit Bank Mandiri kepada PT Tirta Amart Bottling (TAB) Company. Ia diduga membobol uang sebesar Rp1,5 triliun.

Selain itu ada juga tiga tersangka, antara lain Komersial Banking Manajer, Surya Baruna Semenguk (SBS), Relationship Manager, Frans Eduard Zandra (FEZ) dan Senior Kredit Risk Manajer, Teguh Kartika Wibowo (TKW).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.