Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Kunci Kesejahteraan di Papua

208

JAKARTA — Ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur merupakan kunci memajukan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Kedua hal tersebut harus diperkuat agar masyarakat Papua khususnya yang tinggal di daerah Asmat tidak dalam kondisi terisolir.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menyebut, hidup di daerah terisolir seperti yang dialami warga Asmat, rawan dengan kejadian gizi buruk, busung lapar dan penyakit lainnya. Berdasarkan pengalaman Menkes saat turun langsung ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Asmat, Papua masyarakat sering mengingatkan kebutuhan fasilitas kesehatan dan infrastruktur yang memadai.

“Untuk itu perlu ketahanan pangan dan infrastruktur. Ini yang perlu kita perhatikan untuk memajukan kesehatan dan mensejahterakan masyarakat Papua. Kami Kementerian Kesehatan sudah membuat program pendekatan keluarga dan Indonesia sehat, dan program lainnya,” kata Nila di Forum Merdeka Barat dengan tema “Memajukan Kesehatan dan Mensejahterakan Masyarakat Papua” di Gedung Kemenkominfo Jakarta, Senin (29/1/2018).

Nila mengatakan, masyarakat Asmat yang menderita gizi buruk, busung lapar, TBC dan penyakit lainnya disebabkan faktor lingkungan yang tidak sehat. Kawasan tempat tinggal yangdihuni berbentuk rawa, masuk rumah dengan kayu dan papan dan tidak ada air bersih.

“Apa sebenarnya yang diinginkan oleh masyarakat Asmat, mereka ingin hidup sehat dan memiliki lingkungan yang sehat pula. Untuk itu diperlukan perbaikan keseluruhan, mulai tata ruang sampai pembangunan sarana dan prasarana. Karena menurut saya bukan seperti ruang tata kota yang seharusnya,” ungkapnya.

Nila menyebut, pembangunan infrastruktur fisik dan non fisik harus dilaksanakan secepatnya di Asmat Papua. “Kesehatan itu perlu sarana dan pra sarana, seperti rumah sakit, obat-obatan dan tenaga kesehatan. Dan tugas kami adalah bagaimana memberikan fasilitas kesehatan terhadap masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Sosial Idrus Marham menyebut, bahwa kontur medan di lokasi terjadi gizi buruk, dan busung lapar sulit ditembus. Membutuhkan perjalanan berjam-jam dari Kota Asmat untuk mencapai lokasi.

“Satu kata kunci, daerahnya sangat terisolasi dan kita harus memangkas isolasi tersebut, mulai dari naik helikopter, mobil, speedboat dan rumah-rumah mereka di atas rawa-rawa, bahkan termasuk rumah sakit dan kantor,” kata Idrus setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua.

Kondisi lingkungan di daerah tersebut sangat tidak sehat, sehingga mempengaruhi terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat di sana. “Faktor-faktor yang mempengaruhi secara langsung antara lain cacar, gizi buruk yang langsung mempengaruhi kondisi anak yang ada di sana. Yang tidak langsung, kondisi masyarakat di sana dan pola hidup secara keseluruhan merupakan faktor tidak langsung,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.