KKJST Deklarasikan Keselamatan di Jalan dan Anti Narkoba

178

PALU – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mendeklarasikan keselamatan jalan dan anti narkoba di Palu Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah (KKJST), di halaman LPP RRI Palu, Sabtu (28/1/2018) malam.

Ketua Umum KKJST Hendro Surahmat menyatakan, deklarasi tersebut bertujuan untuk membangun komitmen bersama. Fokus sasarannya adalah gerakan anti narkoba dan keselamatan pengguna jalan. Kedua hal tersebut menjadi topik yang sangat penting dan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“KKJST beberapa kali sangat peduli, untuk perangi narkoba. Kita sepakat perangi narkoba,” ungkap Hendro Surahmat pada deklarasi tersebut.

Hendro mengaku kepedulian yang ada terbangun karena mengetahui adanya persoalan narkotika. Saat ini sangat banyaknya masyarakat khususnya generasi muda usia produktif terkontaminasi dengan narkoba segala jenis di Sulteng. “Kami tahu ada persoalan narkoba, kami tahu, karena itu kami peduli,” sebut Hendro.

Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Darat ini berharap, dengan deklarasi yang dilakukan akan terbangun kesamaan pandangan dan gerakan untuk memerangi narkoba. “Muda-mudahan kita dapat perangi narkoba, kurangi narkoba, karena ini sangat berbahaya bagi kita,” harapnya.

Menurutnya, pemerintah berkeinginan menciptakan pemuda yang kompetitif. Namun, hal itu sulit untuk diraih bila generasi muda terkontaminasi narkoba. Dan untuk mengurangi risiko terhadap narkoba, para pemuda diberikan kegiatan positif. Dari deklarasi yang dilakukan, para pemuda diberikan kesempatan mengedukasi masyarakat terkait keselamatan pengguna jalan.

Hal itu karena terdapat 70 – 90 pengguna jalan meninggal di jalan setiap hari. “Setiap jam, tiga orang meninggal. Persoalan kecelakaan ini paling sering menimpa anak muda,” urai Hendro.

Korban terbesar adalah pemuda usia produktif. Anak muda disebut sangat rentan dengan kecelakaan lalu lintas. “Jumlah korban meninggal 70 orang, jika ditambah dengan jumlah pemuda yang meninggal karena terkontaminasi barang haram, maka dalam sehari terdapat ratusan orang meninggal,” katanya.

Terkait hal itu Kepala BNN Sulteng Brigjend Pol Andjar Dewanto SH mengemukakan, perangi narkoba jangan hanya sebatas slogan. “Kita buktikan perangi narkoba. Jangan ngomong aja,” sebut Brigjend Andjar.

Sejauh ini, kata dia, terdapat 1.352 orang yang sudah direhab karena kasus narkoba. Parahnya lagi di 2017, terdapat 700 pelajar tingkat SLTP di Kota Palu terkontaminasi barang haram itu. “Kamai turun langsung di 12 sekolah SMP hampir 700 siswa-siswi SMP terkontaminasi narkoba,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...