Koleksi Buku Kesehatan di Sumbar, Minim

114

PADANG – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat (Sumbar) Alwis mengaku, bahwa koleksi buku tentang kesehatan yang ada di perpustakaan Sumbar tergolong masih minim.

Ia menyebutkan, untuk menambah koleksi itu, di tahun 2018 ini memprioritaskan penambahan koleksi buku seputar tentang kesehatan. Bahkan dari target sebanyak 13 ribu eksemplar penambahan buku di pustaka daerah tahun ini, sebagian besar akan diisi oleh buku seputar kesehatan.

“Jadi untuk mengisi kekosongan buku tentang kesehatan, penambahan buku diprioritaskan pada buku-buku kesehatan,” katanya, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, persoalan minimnya buku-buku tentang kesehatan itu, ketika ada pengunjung yang datang merupakan mahasiswa ataupun para dosen yang mempelajari tentang kesehatan, seringkali tidak mendapatkan buku yang dicari. Jikapun ada ditemukan, namun tidaklah memenuhi apa yang dicari tersebut.

Alwis menjelaskan, buku-buku kesehatan yang akan ditambahkannya itu, seputar buku kedokteran dan keperawatan. Hingga hari ini koleksi buku di pustaka daerah sebanyak 239.759 eksemplar, yang terdiri dari buku pendidikan ilmu sosial, buku umum, filsafat, agama bahasa, sains dan teknologi, kesenian, kesusastraan, geografi sejarah, serta buku cerita remaja dan anak.

“Tahun 2017 kemarin untuk koleksi buku kesehatan lebih kurang 74.000 eksamplar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Sosy Findra juga mengatakan, tiap tahun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menargetkan penambahan buku. Rata-rata penambahan buku itu ada sebanyak 13 ribu eksamplar dari berbagai jenis buku.

Dikatakannya, penambahan buku itu sendiri bersumber dari APBN, berupa dana dekonsentrasi yang dipusatkan untuk menambah koleksi buku di pustaka di nagari-nagari. Seperti hal pada tahun lalu, ada sembilan kabupaten/kota di Sumbar mendapatkan penambahan buku dari dana APBN.

Sosy menyampaikan, dengan bertambahnya koleksi pustaka, turut membuat meningkatnya pelayanan pustaka. Dengan demikian, akan mendorong para pengunjung untuk datang, sehingga kebutuhan ilmu pengetahuan yang dicari melalui membaca buku juga akan terpenuhi.

Salah seorang mahasiswa di Padang yang mendatangi perpustakaan daerah, Ratna mengaku, sangat kesulitan untuk mendapatkan buku-buku seputar kesehatan. Memang terlihat ada beberapa jenis buku, hanya saja buku-buku yang ada itu kebanyakan tentang kesehatan manfaat buah, cara hidup sehat, dan buku-buku seputar kesehatan dasar.

“Yang saya cari itu, seperti buku tentang mengenali penyakit kulit, kanker serviks, dan berbagai jenis buku kesehatan lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, biasanya perpustakaan daerah memiliki buku-buku referensi yang banyak, namun kalau untuk kesehatan memang terlihat sedikit. Untuk itu ia berharap, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa memenuhi kekurangan-kekurangan buku tentang kesehatan tersebut.

“Saya memang lebih memilih untuk meminjam buku di perpustakaan ketimbang membeli. Karena, membeli butuh biaya yang banyak, buku-buku kesehatan tergolong mahal. Sementara jika meminjam ke perpustakaan, bisa lebih banyak meminjam jenis buku,” tegasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat Alwis/Foto: M. Noli Hendra
Baca Juga
Lihat juga...