Kongres Setujui Piala Indonesia Digelar April-Desember

121

TANGERANG – Kongres PSSI 2018 yang digelar di Tangerang, Sabtu (13/1/2018 ) menyetujui pelaksanaan Piala Indonesia atau Copa Indonesia 2018 digelar April hingga Desember 2018.

Turnamen domestik tersebut akan diikuti total 128 tim dari Liga 1, 2 dan 3. “Juaranya mewakili Indonesia di AFC Cup,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha usai kongres.

Ratu mengatakan Piala Indonesia menjadi kesempatan klub-klub amatir dari Liga 3 beradu kualitas dengan tim-tim profesional. Masyarakat di daerah-daerah pun memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara langsung para pemain bintang bertanding,” tutur Dia.

Sementara Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan pelaksanaan Piala Indonesia yang digelar dengan sistem gugur, tidak akan mengganggu jalannya liga. Pelaksanaan pertandingan Piala Indonesia di sela-sela pertandingan liga. Piala Indonesia atau Copa Indonesia awalnya digelar pada 2005 dengan format layaknya Piala FA di Inggris.

Piala Indonesia terakhir kali dilangsungkan pada tahun 2012 dengan Persibo Bojonegoro keluar sebagai kampiun. Adapun juara Piala Indonesia penyelenggaraan pertama tahun 2005 adalah Arema Malang yang menaklukkan Persija Jakarta di final.

Dibagian lain konggres juga menetapkan Badan Resolusi Sengketa Nasional (National Dispute Resolution Chamber/NDRC) yang berada di bawah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai aktif pada musim 2018.

Ratu Tisha Destria mengungkapkan, bahwa keberadaan NDRC membuat semua sengketa yang terkait persepakbolaan nasional tidak lagi dibawa ke PSSI. “Jadi tidak perlu mengadukan secara sporadis ke PSSI ketika ada sengketa di sepak bola domestik. NDRC yang akan menyelesaikannya,” jelasnya.

Ihwal pembentukan NDRC di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2017. Dditandai dengan kedatangan perwakilan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Federasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPro) dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) ke Tanah Air.

FIFA sendiri menjadikan Indonesia sebagai satu dari empat negara yang dijadikan proyek percontohan NDRC dan memberikan bantuan dana sebesar 40.000 dolar AS untuk membentuk badan tersebut. Di Asia hanya ada dua negara yang ditunjuk oleh FIFA membentuk NDRC, yaitu Indonesia dan Malaysia.

NDRC adalah lembaga yang bertindak berdasarkan aduan. Bentuk badan ini layaknya pengadilan arbitrase tetapi khusus sepak bola dan bersifat independen meski berada dalam naungan PSSI.

Ada tiga substansi sengketa yang dapat diselesaikan di badan ini, yaitu terkait kontrak pemain di klub, kompensasi latihan (training compensation) atau kompensasi yang diberikan klub ketika mengikat kontrak pemain secara profesional kepada klub di mana pesepak bola dilatih saat masih berstatus amatir di usia muda, serta kompensasi solidaritas yaitu mekanisme penghargaan transfer antarklub.

Karena sifatnya yang mirip arbitrase, Ratu Tisha menegaskan NDRC tak sama dengan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). “BAORI itu lebih tinggi kedudukanya dan mereka mengurus sengketa antarcabang olahraga jadi tak bisa disamakan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.