Korban Kebakaran Klandasan Terhibur Kunjungi Kilang Balikpapan

97

BALIKPAPAN – Menghibur anak-anak korban kebakaran besar yang terjadi di Kelurahan Klandasan Ulu, Kota Balikpapan beberapa waktu lalu, tidak berhenti hanya pada pemberian motivasi ke tenda pengungsian, kali ini Pertamina mengajak ke pengolahan minyak yang sering disebut Kilang Balikpapan.

Diketahui, tidak semua orang dapat memiliki kesempatan mengunjungi Kilang Balikpapan milik PT Pertamina yang merupakan objek vital nasional ini. Karena penjagaan yang ketat dan banyaknya area terlarang untuk publik sehingga masyarakat yang berada di Balikpapan hanya dapat melihat dari balik pagar pembatas.

“Setelah menghibur mereka dengan pemberian motivasi beberapa hari lalu, kami mewujudkan pertanyaan anak-anak korban kebakaran untuk melihat kilang Balikpapan. Dan ini menjadi hadiah tentunya yang sangat luar biasa bagi anak-anak karena dapat melihat langsung,” kata Ketua Rombongan Pertamina Peduli, Fajri Pradana.

Menurutnya, visitasi ke Kilang Balikpapan ini hanya salah satu bentuk kepedulian Pertamina kepada anak-anak korban kebakaran. “Kami sudah berbagi cerita di Posko. Kali ini kami mengajak adik-adik untuk berkunjung ke kilang dan memberikan perlengkapan sekolah seperti seragam sekolah, sepatu, tas dan alat tulis,” paparnya Jumat (12/1/2018).

Fajri berharap adik-adik dapat terhibur dan tetap bersemangat untuk terus bersekolah mengejar mimpi dan cita-cita. “Harapannya kunjungan ini memberikan semangat untuk terus sekolah dan mengejar mimpi mereka,” imbuhnya.

37 anak-anak mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA korban kebakaran diajak mengelilingi situs dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Kilang Pertamina RU V Balikpapan. Tidak hanya ke kilang, mereka juga diajak ke Sumur Mathilda dan memberi makan rusa di penangkaran.

Sumur Mathilda sendiri merupakan sumur minyak pertama yang ditemukan di Balikpapan oleh J.H Menten pada tahun 1897. Penangkaran rusa merupakan salah satu program CSR bidang keanekaragaman hayati untuk pengembangbiakan rusa di area Terminal BBM Pertamina Balikpapan.

Salah satu anak korban kebakaran, Nur Wahyuni Maulidya mengaku sangat senang bisa berkunjung ke kilang Pertamina, karena selama ini ia hanya bisa melihat “obor” dari luar kilang.

“Selama ini kita hanya bisa lihat ‘obor’ dari jauh atau dari luar kilang. Kami sangat senang sekali bisa masuk dan melihat rusa yang ada di kilang,” sebut perempuan yang disapa Maudy.

Ketua Rombongan Pertamina Peduli, Fajri Pradana. Foto: Ferry Cahyanti
Baca Juga
Lihat juga...