KPK Heran Jadwal Sidang Pra Peradilan Fredrich Yunadi Dimajukan

150

JAKARTA —- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah menerima surat dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait penjadwalan agenda persidangan gugatan pra peradilan yang diajukan terdakwa Fredrich Yunadi.

Yang bersangkutan diketahui merupakan mantan pengacara terdakwa Setya Novanto dalam kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pemgadaan e-KTP.

Menurut rencana awalnya persidangan gugatan pra peradilan awalnya akan digelar pada tanggal 12 Februari 2017, namun tiba-tiba dimajukan 1 minggu menjadi tanggal 5 Februari 2018. Biasanya kalau seseorang mencabut pendaftaran gugatan pra peradilan, kemudian mendaftarkan kembali rata-rata punya tujuan untuk menunda-nunda. Namun anehnya justru dimajukan lebih cepat dari jadwal sebelumnya

Rupanya Fredrich Yunadi diketahui telah mencabut berkas permohonan penjadwalan persidangan gugatan praperadilan yang pertama. Tak lama kemudian Fredrich Yunadi mengajukan lagi permohonan gugatan persidangan pra peradilan yang kedua. Namun anehmya justru bukan diundur, namun justru malah dimajukan lebih cepat 1 minggu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan terkait peribahan jadwal atau agenda persidangan gugatan pra peradilan Fredrich Yunadi. Surat pemberitahuan tersebut secara resmi memang sudah diterima Bagian Biro Hukum KPK.

“Biro Hukum KPK secara resmi telah menerima surat pemberitahuan terkait adanya perubahan jadwal atau agenda persidangan gugatan pra peradilan yang diajukan oleh pihak kuasa hukum atau pengacara Fredrich Yunadi, namun menurut kami ada sesuatu yang aneh atau janggal. Mengapa jadwalnya bukan diundur atau ditunda namun malah dimajukan satu minggu lebih cepat,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Senin (29/1/2018).

Pihak KPK sebenarnya belum mengetahui secara persis kapan Fredrich Yunadi mencabut permohonan gugatan pra peradilan yang pertama. Menurut Febri pihak KPK sempat menanyakan hal tersebut kepada pijak PN Jakarta Pusat, namun rupanya hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan jawaban secara rinci atau detil.

“KPK hingga saat ini belum mengetahui secara detil apakah secara substansi atau materi isi permohonan gugatan terkait gugatan pra peradilan Fredrich Yunadi yang kedua atau terbaru akan sama atau berbeda dengan permohonan gugatan materi persidangan gugatan pra peradilan yang kedua, namun yang pasti pihak KPK sudah mempersiapkan diri terkait hal ini,” pungkas Febri.

Baca Juga
Lihat juga...