KPK Periksa Antonius Tonny Budiono Tersangka Suap Proyek Pengerukan Pelabuhan

110

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meminta keterangan ATB, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Tersangka Antonius Tonny Budiono (ATB) menjalani pemeriksaan dari Jumat siang hingga petang.

Menurut KPK pemeriksaan tersebut merupakan suatu rangkaian dari pengembangan penyelidikan terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, pemeriksaan terhadap ATB bertujuan untuk memgembangkan sejumlah kasus dugaan korupsi proyek lainnya di lingkungan Kemenhub.

“KPK sedang mencari informasi dalam rangka pengembangan hasil penyelidikan dengan tersangka ATB, mantan Dirjen Hubla. Yang bersangkutan sebelumnya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yaitu penerimaan suap proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Jawa Tengah,” kata Febri Diansyah Diasnyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Menurut Febri Diansyah pemeriksaan ATB merupakan pengembangan perkara setelah yang bersangkutan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Dirjen Perhubungan Laut yang berada di komplek Mess Perwira Bahtera Suaka Blok B, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam OTT tersebut petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp18,9 miliar yang disimpan dalam 33 tas ukuran berbagai ukuran serta sebuah Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dengan saldo sekitar Rp1,174 miliar.

Dalam persidangan di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, terdakwa ATB diduga telah menerima suap atau gratifikasi dari sejumlah pengusaha atau pihak swasta masing-masing sebesar Rp2,3 miliar dalam bentuk saldo di ATM ditambah uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp20 miliar.

Hingga saat ini penyidik KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus perkara suap proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Masing-masing Antonius Tonny Budiono sebagai tersangka penerima suap, sedangkan AK, Direktur Utama (Dirut) PT. Adhiguna Keruktama ditetapkan sebagai tersangka pihak pemberi suap.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.