banner lebaran

KPK Periksa Sejumlah Saksi untuk Tersangka Kasus KTP-El

66

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo), dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipokor) KTP-El, Selasa (30/1/2018).

Salah satu saksi penting yang dipanggil penyidik KPK adalah Juli Hira, seorang pengusaha sekaligus pemilik perusahaan penukaran mata uang asing (money changer) PT. Berkah Langgeng Abadi. Ia akan ditanya penyidik KPK seputar penukaran uang sekaligus praktik pencucian uang yang diduga berkaitan dengan aliran dana KTP-El.

Penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya, yaitu Denny Wibowo dari unsur swasta dan Nunuy Kurniasih, karyawan PT. Berkah Langgeng Abadi. Ketiga saksi tersebut diduga mengetahui proses transfer dan penukaran mata uang yang dilakukan tersangka Anang Sugiana Sudiharjo atau ASS.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi di Gedung KPK Jakarta, Selasa (30/1/2018), membenarkan bahwa hari ini penyidik KPK melakukan pemeriksaan sekaligus meminta keterangan sejumlah saksi tersebut, terkait dugaan korupsi proyek KRP-El. “Mereka akan bersaksi untuk tersangka ASS, mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Quadra Solution’, katanya.

Saksi atas nama Juli Hira sebelumnya sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lanjutan kasus perkara KTP-El dengan tersangka Setya Novanto. Saat itu, Juli Hira bersaksi, bahwa meskipun dirinya pernah membantu menukarkan sejumlah mata uang asing, namun dirinya tidak mengetahui bahwa uang tersebut berasal dari KTP-El.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Juli Hira mengaku bahwa dirinya pernah beberapa kali dimintai tolong Irvanto Hendra Pambudi yang tak lain adalah keponakan Setya Novanto, untuk melakukan barter atau tukar tambah mata uang asing, yaitu Dolar Amerika (USD), yang melibatkan perusahaan money changer PT. Inti Valuta.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.