Kurang Asupan Gizi dan Malaria Penyebab Anemia di Sikka Tinggi

135

MAUMERE –– Kekurangan darah atau anemia yang cukup banyak dialami masyarakat di Kabupaten Sikka. Anemia erat kaitan dengan kurangnya asupan gizi. Selain itu Sikka merupakan daerah endemik malaria, di mana darah di dalam tubuh dihisap habis oleh nyamuk malaria.

“Pemerintah secara khusus kita di kabupaten ini, berusaha untuk menurunkan angka kesakitan. Salah satu upayanya membebaskan masyarakat anemia. Penyebab lainnya akibat gigitan nyamuk malaria,” ujar Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Jumat (26/1/2018).

Kasus–kasus kematian remaja putri, kematian ibu dan anak pada beberapa waktu yang lalu tegas Ansar, itu juga disebabkan oleh karena anemia atau kekurangan darah. Karena itu kiat pemerintah secara khusus memperhatikan kaum perempuan yang sangat beresiko terkena anemia nantinya.

“Ke depan ini yang namanya remaja putri harus bisa lebih sehat karena dia akan membawa keturunan bagi bangsa ini. Jika tidak, maka upaya kita untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak menjadi tidak tercapai karena salah satu sebabnya kekurangan darah atau anemia ini,” ungkapnya.

Saat mencanangkan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri tingkat Kabupaten Sikka di Aula SMA Negeri 2, Ansar berharap sekolah–sekolah yang belum harus ikut program minum obat tambah darah secara serentak untuk memulihkan kesehatan dan memelihara atau mencegah kekurangan darah.

“Ini jangan dianggap sepele minum satu butir tidak mungkin langsung darah menjadi banyak dan sehat. Makanya dicanangkan setiap minggu sekali harus minum obat dan ada remaja putra untuk mendampingi dan mengingatkan,” sebutnya.

Ansar mengimbau kepada sekolah–sekolah kalau boleh tiap sekolah menentukan satu hari dalam satu minggu minum obat serentak di sekolah, obat dibawa ke sekolah, diperiksa satu persatu supaya yang lupa bawa jika ada cadangan langsung diberi dan dimunum secara bersama.

“Jadi saya tegaskan kepada kita semua supaya rutin, taat minum obat supaya kita semua sehat. Dengan demikian harapan pembangunan di bidang kesehatan untuk terwujudnya derajat kesehatan bisa tercapai yang bermuara pada terwujudnya satu Sikka yang mandiri dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu Kepala UPT wilayah IX Dinas PPO Provinsi NTT Johni Lendez menyampaikan kegiatan minum tablet tambah darah merupakan bagian dari program pemerintah melalui Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan UPT Dinas PPO yang melibatkan sekolah–sekolah.

Sebelumnya jelas Johni, sekolah-sekolah diberi sosialisasi menyangkut pentingnya tablet tambah darah yang seyogyanya harus semua sekolah tetapi hanya dicoba beberapa sekolah.Kedepannya kepala sekolah diminta menularkan langsung ke sekolah terutama remaja–remaja putri.

“Menjadi anak yang cerdas harus ditunjang dengan kesehatan yang luar biasa harus kita tanamkan. Kami dari UPT terutama Dinas Pendidikan terus memacu kepala sekolah agar berkomitmen, harus mematuhi dan harus ditularkan kepada remaja putri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...