Meksiko Kerahkan Pasukan Atasi Kekerasan

116

KOTA MEKSIKO – Pemerintah Meksiko mengirim gelombang baru pasukan untuk memberantas kelompok kejahatan. Pengerahan dilakukan ke tempat yang menjadi titik terjadinya lonjakan kejadian kekerasan di negara tersebut.

Tercatat di 2017, telah terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan lebih dari 25.000 kejadian pembunuhan. Komisioner Keamanan Nasional Renato Sales mengatakan, bahwa pasukan polisi federal itu akan bekerja sama dengan pejabat setempat untuk mengumpulkan penjahat besar dan memperkuat penyelidikan.

“Tujuannya adalah memulihkan kedamaian dan ketenangan bagi semua orang Meksiko,” katanya namun tidak diseratai rincian tentang jumlah polisi federal yang akan dikerahkan.

Lebih dari 25.000 pembunuhan tercatat terjadi tahun lalu karena gerombolan obat terlarang, yang saling bersaing. Persaingan tersebut makin memecah kelompok-kelompok obat terlarang sehingga memunculkan kelompok yang haus darah. Kejadian tersebut merupakan rentetan setelah lebih dari satu dasawarsa penumpasan yang dipimpin militer untuk memerangi kartel obat terlarang tersebut.

Kekerasan merupakan isu sentral menjelang pemilihan presiden yang akan digelar Juli mendatang. Partai Revolusioner Institusional dari Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto berada di tempat ketiga dalam jajak pendapat baru-baru ini.

Sales mengatakan bahwa pasukan polisi federal akan ditempatkan di antara lain negara bagian Colima dan Baja California Sur, kota resor Cancun dan kota perbatasan Ciudad Juarez. Dia mengatakan rincian lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa hari ini.

Awal bulan ini, Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan paling ketat di negara bagian Colima, Michoacan, Sinaloa, Tamaulipas dan Guerrero. Kebijakan tersebut menempatkan kota-kota tersebut seburuk Suriah yang sedang dilanda perang, Afghanistan dan Irak.

Sedikitnya 25 orang dibunuh di Meksiko akhir pekan ini. Menurut pejabat dan media lokal, termasuk sembilan pria yang dieksekusi di sebuah pesta rumah di pinggiran kota industri Monterrey yang kaya.

Orang-orang bersenjata bertopeng masuk ke sebuah rumah di San Nicholas de los Garza saat sekelompok orang menonton sebuah tim sepak bola lokal bermain di televisi. Tujuh terbunuh di tempat kejadian dan dua lainnya meninggal kemudian di sebuah rumah sakit.

Ada gelombang serangan malam pada Sabtu (27/1/2018) malam dan Minggu (28/1/2018) dini hari. Sekelompok orang bersenjata membunuh tiga orang di sebuah bar di kota wisata Cancun, seorang turis Chile terbunuh di pantai pasifik, Acapulco, dan dua lagi terbunuh di sebuah bar di ibu kota negara bagian Veracruz.

Enam orang lain tewas di kota perbatasan Ciudad Juarez dan empat lagi tewas di perbatasan Tamaulipas, tempat setidak-tidaknya 10 orang terbunuh dalam seminggu terakhir hingga penutupan jalan raya dilakukan karena adanya bakutembak. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...