Menikmati Sensasi Sate Lawu Diketinggian 1878 MDPL

291

SOLO — Berada diketinggian 1.878 meter diatas permukaan laut, kondisi udara cukup dingin karena sering diselimuti kabut yang turun dari gunung. Nah, di lereng bukit Lawu, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, ada sajian kuliner yang sangat pas dengan udara dingin, yakni makanan yang mengandung daging dan lemak.

Sate Lawu, yang berada di jalur tembus Tawangmangu – Magetan, Jawa Timur memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menikmati sate kambing, pengunjung sekaligus disuguhkan pemandangan yang asri, karena langsung berhadapan dengan perbukitan gunung lawu.

Pengelola Sate Lawu
Sudarso/Foto: Harun Alrosid

Tak hanya itu, Sate Lawu yang baru setahun berdiri juga memiliki daya tarik tersendiri, karena menggunakan daging kambing yang khas.

“Kambing yang digunakan adalah kambing muda, dan asli dari Tawangmangu. Jika dibandingkan dengan kambing lainnya, ada tekstur daging yang beda,” ucap Sudarso, pengelola sate lawu kepada Cendana News, Sabtu (27/1/2018).

Cara penyajian sate lawu juga cukup menarik, karena menggunakan hotplate seperti halnya menyajikan steak. Bedanya, sate lawu yang disajikan melalui hotplate ini masih dengan tusuknya.Sensai makan sate serasa steak pun terlihat dengan sajian sate yang masih panas, dan diguyur dengan dengan bumbu kacang serta kecap.

Untuk harga, sate lawu masih standar. Dengan menggunakan konsep rumah makan yang menekankan pariwisata, harga untuk sate lawu dipatok Rp 35.000 per porsinya. Dalam satu porsi terdapat 10 tusuk sate, yang siap mengenyangkan pengunjung. Meski tergolong belum lama didirikan, respon pelanggan cukup bagus.

“Alhamdulillah responya bagus. Banyak wisatawan yang ingin menikmati pemandangan gunung lawu banyak yang singgah di sate lawu,” ungkapnya.

Untuk bisa menyajikan sate dengan rasa yang spesial, sate lawu menggunakan tahapan dan bumbu spesial. Mulai dari mengiris daging kambing muda kecil-kecil hingga merendamnya menggunakan bumbu pilihan. Seperti gula jawa atau gula aren, kemiri, bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan garam.

“Agar bumbu lebih meresap, sebelum ditusuk, daging kambing direndam di bumbu yang sudah dihaluskan. Kalau biar daging lebih empuk, bisa dicampurkan potongan nanas sedikit,” terang dia.

Suasana rumah makan Sate Lawu di kakai gunung yang memiliki keindahan alam/Foto: Harun Alrosid

Lebih lanjut disebutkan, agar rasa sate semakin nikmat, tusukan sate dipanggang menggunakan tungku arang. Bara api dari arang diyakini bisa memberikan kematangan daging yang lebih merata jika dibandingkan api dari kompor maupun lainnya.

“Api dari tungku arang bisa lebih nikmat. Apalagi disajikan dalam kondisi panas, semakin menggugah selera,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.