Menristekdikti Dorong Penggunaan Teknologi Informasi Hadapi Era Disruptif

25

JAKARTA — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong agar perekonomian Indonesia semakin baik dan lebih siap memasuki era disruptif.

“Salah satu cirinya adalah penggunaan teknologi informasi. Keberadaan teknologi informasi telah menghapus batas-batas geografi, memacu munculnya cara-cara baru, menghasilkan inovasi-inovasi baru yang tidak terlihat, dan tanpa disadari telah mengubah cara hidup kita, memengaruhi tatanan hidup dan bahkan mengganti sistem yang ada. Inilah yang disebut sebagai era disruptif, dan telah kita rasakan saat-saat ini,” ujar Nasir di Jakarta, Minggu.

Sebelumnya, Menristekdikti mengukuhkan Muliaman Dharmansyah Hadad sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada Sabtu (13/1).

Menteri Nasir juga mengatakan bahwa sangat tepat Muliaman menjadi profesor di UNDIP, pengalamannya dalam memimpin Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan akan sangat berguna dalam menghadapi transformasi jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi informasi.

“Muliaman Darmansyah Hadad ahli dalam tiga bidang sekaligus yaitu bidang perbankan, bidang perencanaan strategis, dan bidang transformasi organisasi.” Menristekdikti berharap dengan gelar tersebut kontribusi Muliaman di bidang pembangunan semakin baik, terutama pada sektor keuangan negara, khususnya asuransi, perbankan, dan jasa keuangan.

“Dengan kehadiran Pak Muliaman Darmansyah Hadad diharapkan dapat memperkuat barisan akademisi kita, dan UNDIP akan lebih cepat menjadi universitas kelas dunia.” Muliaman Darmansyah Hadad pada pidato nya dengan tema “Stabilitas vs Pertumbuhan: Peranan Sektor Jasa Keuangan dalam Perekonomian dan Tantangannya pada Masa Depan” mengatakan dalam suatu perekonomian, sektor jasa keuangan memainkan peran penting sebagai katalisator pertumbuhan, sebagai penyedia dana bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk membiayai beraneka ragam kegiatan ekonomi, serta sebagai tempat bagi masyarakat untuk menabung atau menginvestasikan simpanannya, melindungi diri dari risiko di masa depan, dan mempersiapkan hari tua.

“Seiring dengan perubahan zaman, sektor jasa keuangan juga terus berkembang dengan aset yang terus meningkat, kompleksitas yang semakin tinggi, produk yang kian beragam dengan berbagai manfaat dan risikonya, serta kemajuan teknologi yang demikian pesat,” ujar Muliaman.

Selain itu, Muliaman mengatakan saat ini Indonesia dihadapkan pada kepentingan mendesak agar sektor jasa keuangan dapat memberikan daya dukung yang semakin optimal dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkesinambungan, dan juga merata. [Ant]

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.