Muhammadiyah: Perceraian Menjadi Tantangan Peradaban Bangsa

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amin Abdullah menyebut, peradaban sebuah bangsa diawali dari keluarga.
Sehingga, tingginya angka perceraian menjadi salah satu tantangan di masa kini dalam kaitannya membangun peradaban bangsa.

“Padahal peradaban bangsa diawali dari keluarga masing-masing, karena itu menjaga keluarga, melindungi dan mengembangkan keluarga adalah pokok dalam Islam,” kata Amin dalam Seminar Nasional Keluarga Berkemajuan Pijakan Bangsa Berkeadaban” di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (19/1/2018).

Amin mengatakan, dari dua juta pernikahan ada 300-340 ribu yang gagal di tengah jalan dan berakhir dengan perceraian. Berbagai tantangan yang kompleks muncul dalam kehidupan berkeluarga dewasa ini salah satunya adalah perubahan sosial yang mempengaruhi relasi pria dan wanita di keluarga.

Selain itu, terdapat persoalan beban ganda yang didengungkan oleh hampir semua wanita di dunia. Tantangan pemenuhan waktu keluarga (family time) dan munculnya eksklusivisme dalam keluarga. Berbagai perubahan dan tantangan tersebut harus disikapi dengan bijak dan menuntut interpretasi keagamaan baru yang tidak padat serta bisa menghalangi masyarakat bergerak untuk bekomunikasi.

“Karena itu perlu ditekankan gerakan seperti lewat ‘Aisyiyah, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, harus ikut tampil ke depan dan menunjukan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut jangan sampai menghancurkan keluarga,” tambahnya.

Amin menyebut, diperlukan instrumen lewat untuk memberikan pendidikan kepada calon pengantin dalam pandangan keagamaan yang sejalan dengan perubahan yang terjadi. Calon keluarga harus dibekali agar bisa membentuk keluarga harmonis seperti dengan dorongan pelibatan suami dalam tugas domestik, pemeliharaan kesehatan reproduksi serta perlunya pendidikan calon pengantin. (Ant)

Lihat juga...