Musorkot KONI Kota Yogya, Tinju dan Takraw Kehilangan Hak Suara

63

YOGYAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta bakal menggelar Musyawarah Organisasi Kota (Musorkot), pada Minggu (14/1/2018) di Yogyakarta. Dari seluruh cabor, dua di antaranya kehilangan hak suara, yakni tinju dan sepak takraw.

Sekum KONI Kota Yogya, Rob Sumiarno, mengungkapkan, kedua pengurus cabor, Pertina (tinju) dan PSTI (takraw) dipastikan kehilangan hak suara, karena tak kunjung menggelar musyawarah untuk memilih pengurus baru setelah periode kepengurusan yang lama berakhir.

“Kepengurusan dua cabor itu sudah habis. Kami sudah mengingatkan berkali-kali, tapi tidak ada respon. Meski kehilangan hak suara, kedua cabor tetap diundang ke Musorkot sebagai peserta bukan voter,” ucap Rob, Jumat (12/1/2018).

Dengan hilangnya hak suara cabor tinju dan takraw, maka jumlah suara yang akan dipakai dalam Musorkot berjumlah 40 suara. Jumlah itu terdiri dari 38 suara pengkot cabor, ditambah dua badan fungsional seperti SIWO PWI dan Perwosi serta KONI DIY dan pengurus lama. Masing-masing pihak ini mendapatkan satu hak suara.

“Untuk syarat minimal pencalonan bakal calon ketua umum harus mengantongi minimal 15 dukungan suara,” terang jurnalis senior ini.

Musorkot KONI Kota Yogya sendiri akan diisi sejumlah agenda. Seperti laporan pertanggungjawaban pengurus perioe 2014-2017, paparan Program Kerja (Proker), pembagian komisi serta pemlilihan ketua umum.

“Yang paling menarik adalah pemilihan ketua umum. Ada sejumlah persyaratan untuk bisa menjadi ketua umum seperti tercantum dalam AD/ART dan juga tata terbit Musorkot, di mana setiap bakal calon ketua umum harus diajukan minimal 15 suara.

“Nanti akan ada tim verifikasi. Dan, soal siapa-siapa kandidatnya baru ketahuan saat Musorkot nanti. Setiap pemilik suara akan menyerahkan berkas dukungannya,” tutur dia.

Ketua Umum KONI Kota Yogya, Santoso Budirahardjo, menambahkan Musorkot nanti digelar maju empat bulan dari rencana semula. Hal ini dilakukan berkaitan dengan kesimbungan program dan pengelolaan anggaran, sekaligus persiapan menjadi tuan rumah Porda 2019 mendatang.

“Periode saya sebenarnya baru selesai Mei 2018 nanti Musorkot, tapi kami majukan bulan ini. Tujuannya agar ada kesinambungan terutama pengelolaan dana 2018 dan 2019 sudah bisa dikelola pengurus baru nantinya. Kota Yogya juga akan menjadi tuan rumah Porda DIY 2019 sehingga butuh persiapan jangka panjang,” katanya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk