Nikmatnya Durian Khas Padan dalam Sajian Kuliner Kolak Ketan

488

LAMPUNG—Mendekati puncak musim durian pada Februari di desa desa lereng Gunung Rajabasa Lampung Selatan membuat buah berduri tajam tersebut diburu. Menurut Rofiana (32) salah satu warga setempat, sepanjang Januari durian kemuning, durian keong dan durian montong yang ditanam warga mudah ditemukan di wilayah tersebut.

Melimpahnya durian bahkan kerap dijadikan berbagai macam kuliner, seperti kopi durian, pancake durian, roti durian, sambal tempoyak bahkan hingga kolak ketan durian.

“Saat panen buah durian kerap dibuattempoyak yang bisa bertahan dalam waktu lama,” ungkap Rofiana saat ditemui Cendana News dalam proses pembuatan kolak durian, Sabtu (27/1/2018).

Febrial mempersiapkan durian yang akan dijadikan bahan pembuatan kolak[Foto: Henk Widi]
Proses pembuatan kolak, menggunakan durian yang sudah cukup matang dan ketan putih. Prosesnya cukup mudah mempergunakan bahan santan kelapa, gula aren dan susu dipadukan dengan beras ketan yang sudah dikukus.

“Satu buah durian kemuning dengan isi rata rata sepuluh biji durian disiapkan lalu direbus bersama dengan santan dan gula hingga matang,” terang Rofiana.

Kolak durian yang sudah matang dengan ciri khas berwarna coklat hasil campuran santan dan gula aren tersebut kerap disantap sebagai menu sarapan dengan pelengkap ketan putih kukus dan terkadang mempergunakan singkong rebus. Rasa manis kolak ketan durian juga bisa disajikan bersama rujak rambutan dan manis.

Febrial salah satu pecinta durian menyebut sudah terbiasa makan durian dalam kondisi segar sehingga kerap meminta sang isteri membuatnya sebagai menu sarapan sekaligus membuat kopi durian yang bisa diminum saat pagi hari dengan catatan tidak meminumnya dalam jumlah banyak. Selain memiliki efek penghangat badan durian bisa dipergunakan sebagai bahan pembuatan kue jenis pancake durian.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.