NTB Minta Pemerintah Pusat Pertimbangan Rencana Menaikan Tarif Listrik

116

MATARAM — Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang hendak melakukan penyesuaian tarif listrik, karena alasan harga batu bara yang saat ini trennya naik diharapkan bisa mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan

“Dampak ditimbulkan dari kebijakan tersebut harus dipertimbangkan, jangan sampai berdampak terhadap masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu,” kata Asisten ll Pemprov NTB, Chairul Machul di Mataram, Senin (29/1/2018).

Gubernur dalam beberapa kesempatan juga sudah sering menyuarakan, kalau kebijakan semacam itu berdampak terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, harus disiasati, dengan memberikan solusi.

Jangan sampai kebijakan dikeluarkan justru berdampak besar dan semakin mempersulit kondisi ekonomi masyarakat yang memang sudah susah.

“Karena itu setiap kebijakan dikeluarkan harus dibarengi dengan solusi ditawarkan, dengan demikian tidak ada persoalan ditimbulkan” katanya.

Dikatakan, tapi kalau kenaikan tarif listrik hanya berlaku untuk yang non subsidi, silahkan saja, karena trendnya memang mengikuti perkembangan pasar.

Namanya mekanisme pasar, jika nanti kalau dalam proses pemberlakuannya juga aKan mengikuti perkembangan harga pasar, jadi kalau tidak ada pembeli banyak, maka akan ada evaluasi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menaikkan tarif listrik untuk pelanggan non subsidi, melalui formula baru penyesuaian tarif. Pasalnya, formula baru penyesuaian tarif memasukkan faktor harga batu bara yang saat ini trennya menanjak.

Mengingat formula yang berlaku saat ini tidak memasukkan faktor harga batu bara, padahal sumber energi pembangkit listrik terbesar di Indonesia berasal dari batu bara yang harganya cendrung terus mengalami kenaikan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.