Nur Alam Akui Kepemilikan Mobil Mewah Mini Cooper

158

JAKARTA – Terdakwa korupsi penerbitan izin usaha pertambangan di Sulawesi tenggara Nur Alam yang tidak lain adalah mantan Gubernur Sulawesi Tenggara mengakui kepemilikan mobil mewah mini Cooper. Namun mobil tersebut diakui dibeli atas nama pribadi dan tidak atas nama orang lain seperti yang disampaikan salah satu saksi dalam perkara tersebut.

Di sidang lanjutan yang digelar di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Diah Siti Basariah, Nur Alam menyebut mobil mini cooper-nya dibeli secara tukar tambah di salah satu show room di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Yang Mulia saya pernah punya sejumlah mobil mewah, salah satunya adalah Mini Cooper. Dulu punya Mini Cooper tapi kemudian saya tukar tambah dengan mobil yang sama (Mini Cooper) dalam kondisi bekas di sebuah showroom mobil di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, namun mobil tersebut kemudian saya jual kembali untuk melunasi hutang kepada seseorang,” kata Nur Alam di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1/2018).

Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode tersebut mengatakan, pembelian mini cooper tersebut dilakukan saat Dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi tenggara. Meski dibeli tidak dalam kondisi baru, harga mobil mewah tersebut tidak jauh berbeda dengan harga barunya.

Mobil tersebut dijual untuk membayar hutang terkait biaya survei Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kepada rekannya yang diketahui bernama Widdi Aswindi. Yang bersangkutan adalah Direktur Utama PT. Anugerah Harisma Barakah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Agenda sidang Senin (29/1/2018) masih dalam proses pemeriksaan saksi dan terdakwa. Dan pada kesempatan tersebut, majelis hakim melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa Nur Alam. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Majelis Hakim masih seputar dugaan kepemilikan sejumlah mobil mewah yang diduga milik terdakwa Nur Alam.

Sebelumnya, salah satu saksi bernama Mustofa di depan majelis hakim menyebutkan keberadaan mobil mewah mini cooper milik terdakwa yang dibeli dengan atas nama Arfan. Nama tersebut adalah salah satu staf terdakwa saat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.

Baca Juga
Lihat juga...