banner lebaran

Pasokan Ikan di Pulau Tidung Krisis, Sandiaga Kaget

98

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mendapat laporan dari Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengenai krisis ikan segar yang terjadi di Pulau Tidur Besar, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sandi yang mendengar laporan tersebut langsung merasa terkejut bahwa kepulauan Seribu  bisa mengalami krisis ikan.

“Krisis ikan segar?,” tanya Sandi di Pulau Bidadari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin (29/1/2018).

Sandi pun masih bertanya-tanya ke Lurah Pulau Tidung mengenai krisis ikan itu. Pasalnya warga yang berada di Pulau Tidung Besar kebanyakan profesinya sebagai nelayan pancing. Mereka tidak menjaring ikan langsung dari laut. Namun menurut Cecep kondisi angin saat ini yang menyulitkan para nelayan untuk memancing ikan segar.

“Warga Pulau Tidung Besar itu mayoritas nelayannya nelayan pancing. Sekarang lagi musim angin barat daya sehingga nelayannya memang kesulitan,” ujar Cecep kepada Sandiaga.

Mendengar keterangan tersebut, dia menanggapi sembari bergurau kepada media yang ikut kunjungan kerja di Pulau Bidadari. “Ini nanti wartawan nulisnya nih keren banget. Kepulauan Seribu Krisis Ikan Segar,” canda Sandi saat memimpin tapat koordinasi yang disambut tawa para hadiri.

Sementara kata Bupati Kepulauan Seribu Irmansyan, krisis Ikan Segar itu terjadi sejak Desember lalu. Bahkan dia mengklaim jumlah ikan segar hampir mendekati kosong. Penyebab langkanya ikan segar itu karena jumlah wisatawan yang membeludak di sana. Bahkan pasa akhir Desember 2017 jumlah pengunjung Pulau Tidung mencapai 35 ribu.

Kelangkaan ikan segar itu terjadi pada jenis ikan kerapu dan bawal bintang. Oleh sebab itu dia akan berusaha mendorong budi daya melalui cara yang ramah lingkungan dengan penambahan keramba dan kapal jaring.

Melihat hal ini Sandi menuding cuaca yang sangat ekstrim adalah penyebabnya, sehingga membuat para nelayan susah melaut. Akhirnya para nelayan tidak bisa menyuplai ikan segar.

“Cuaca sedang tidak bisa diprediksi alias fluktuatif. Nanti solusinya akan ditambah budi daya ikan keramba,” ucapnya.

Kemudian dia akan menggagas permasalahan tersebut berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Darjamuni. Berbagai kebijakan akan diambil salah satunya mengembangkan keramba jaring apung di Pulau Tidung.

“Yang krisis itu ada di beberapa tempat di Pulau Tidung. Jadi nanti mesti Pak Jaja (Kadis DKPKP) lihat kemungkinannya. Kita juga kembangkan keramba jaring apung di darah Pulau Tidung,” bebernya.

Dengan langkah itu dia optimis bahwa langkah tersebut dapat meningkatkan produksi ikan segar di Pulau Tidung. Sehingga membuat para nelayan memiliki penghasilan lebih besar lagi.

Dia pun menggiatkan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengadaan keramba apung bagi nelayan. Dia pun menargetkan akan menambah produksi ikan segar hingga 25 persen.

“Kapasitasnya harus ditambahkan 20 sampai 25 persen menurut saya. Karena dengan ini kita dorong pariwisata, kita dorong,” ungkapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.