Pedagang di Balikpapan Jual Beras dari Bulog

397

BALIKPAPAN  — Sejak operasi pasar dilakukan oleh Perum Bulog Wilayah Kalimantan Timur dan Utara, sejumlah pedagang eceran di pasar tradisional menjual beras medium Bulog dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp9.850 per kilogram. Hal itu dilakukan untuk menekan harga beras medium yang masih mengalami kenaikan dari Rp10 ribu hingga 12 ribu per kilogramnya.

Seperti di pasar Klandasan Balikpapan, beberapa pedagang menjual beras medium dari Bulog. Bahkan, pedagang yang menjual beras medium Bulog juga dipasang spanduk pelaksanaan operasi pasar dengan HET Rp9.850/ Kg.

Jumadi, pedagang yang menjual beras Bulog di pasar tradisional Klandasan Balikpapan. –Foto: Ferry Cahyanti

“Sudah satu pekan lebih saya jual beras medium punya Bulog, sejak ada operasi pasar. Saya jual sesuai dengan yang tertera, banyak juga yang beli karena beras premium dan medium yang lain juga lagi naik. Ya, otomatis beras Bulog jadi pilihan,” kata Jumadi, pedagang sembako Pasar Klandasan Balikpapan, saat ditemui Jumat, (19/1/2018).

Ia mengaku, beras Bulog yang ada padanya ada sekitar 2 karung atau 100 kg dan selama sepekan sudah lebih 50 kg terjual. “Sebelum saya jual, saya coba masak sendiri dan ternyata enak. Kemudian saya tawarkan juga ke pembeli, ternyata ada juga yang mau. Itu saya beli dari Bulog dua karung sudah habis satu karung lebih, tinggal setengah karung,” sebutnya.

Menurut Jumadi, naiknya harga beras medium dan premium yang diminati masyarakat Balikpapan ini, karena stok yang menipis akibat petani gagal panen. Pembeli pun mengetahui itu, dan pihaknya juga belum mengetahui sampai kapan harga beras mengalami kenaikan.

“Katanya stok berkurang, petaninya gagal panen. Belum tahu sampai kapan akan naiknya, lihat saja,” tukasnya.

Dia berharap kepada Bulog, agar pedagang bisa diberikan keringanan untuk membeli beras tidak langsung tunai, namun dapat menggunakan invoice setelah dua minggu barang habis kemudian pedagang membayarkan beras yang dijual.

Sementara itu, salah seorang warga, Kevin (40), mengeluhkan harga beras medium yang mengalami kenaikan sejak satu bulan ini. “Biasa saya beli satu karung lebih murah, eh sudah naik jadi Rp290 ribu per karung. Sebelumnya hanya Rp275 ribu, sekarang ya belinya 5 kg saja,” keluhnya.

Ia mengatakan, memang hanya beras yang naik, tapi kebutuhannya tidak hanya beras untuk memenuhi sehari-hari. “Memang ya cuma beras yang mengalami kenaikan, yang lainnya kita perlu kebutuhan rumah tangga. Namanya kebutuhan kan banyak, semoga semua harga turun. Apalagi Balikpapan ini semuanya serba mahal,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.