Pedagang Ikan Klaim Permintaan Tetap Tinggi Meski Harga Naik

206

LAMPUNG — Sejumlah pedagang ikan laut dan air tawar di pasar ikan higienis pusat pendaratan ikan dermaga Bom Kalianda Lampung Selatan menyebut permintaan masih cukup tinggi meski kondisi cuaca buruk beberapa hari terakhir.

Menurut Yuli (35) salah satu pedagang, ia bersama 50 pedagang lainnya yang berjualan di lapak sejak pagi hari menyediakan beragam stok ikan laut dan air tawar.

Cuaca buruk angin Barat yang berimbas ombak dan gelombang tinggi diakuinya membuat harga ikan laut merangkak naik. Kenaika tersebut menyesuaikan kondisi saat di tempat pelelangan ikan yang ada di pusat pendaratan ikan dermaga Bom Kalianda.

“Ikan yang kami jual sebagian besar merupakan jenis ikan hasil tangkapan nelayan sehingga patokan harga berdasarkan saat proses lelang, saat harga di pelelangan sudah naik otomatis kami ikut menaikkan harga,” terang Yuli saat ditemui Cendana News, Sabtu (13/1/2018).

Berdasarkan kondisi harga di akhir pekan, cumi cumi ukuran besar yang dibeli di pelelangan PPI mencapai Rp55.000 per kilogram sehingga ia menjual Rp65.000 per kilogram. Ikan tongkol Rp25.000 dijual Rp30.000 perkilogram, ikan ekor kuning Rp31.000 dijual Rp35.000 per kilogram.

Yuli, salah satu pedagang ikan laut menunggu pembeli di lapak miliknya [Foto: Henk Widi]
Jenis ikan lain yang mengalami kenaikan di antaranya jenis ikan simba semula Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, ikan salem Rp27.000 menjadi Rp29.000 per kilogram.

Sementara jenis ikan yang mengalami penurunan yakni tengkurungan Rp30.000 kini dijual dengan harga Rp28.000 per kilogram, ikan kembung Rp35.000 menjadi Rp30.000 perkilogram.

Ia menyebut sebagian harga ikan yang mahal merupakan ikan perairan dangkal yang masih bisa diperoleh dengan mempergunakan kapal kapal tradisional sementara jenis ikan perairan dalam yang sulit dicari, harganya naik ditambah kondisi cuaca perairan yang buruk.

Kondisi kenaikan harga ikan tersebut diakui Yuli masih belum berimbas pada minat beli masyarakat terutama pada akhir pekan.

“Akhir pekan biasanya banyak konsumen ibu rumah tangga ingin menghidangkan menu istimewa buat keluarga sementara masyarakat umum memakai ikan untuk bakar-bakar sembari berkumpul bersama kerabat,” beber Yuli.

Pedagang ikan di lokasi yang sama, Hendri menyebutkan, selain permintaan dari masyarakat umum, ia memastikan stok ikan yang cukup banyak masih bisa memenuhi permintaan sejumlah pedagang kuliner seperti pembuat empek empek, bakso, otak-otak serta warung makan.

Selain itu pasokan ikan air tawar dari luar wilayah membuat pasokan tetap stabil untuk dijual di pasar higienis tersebut.

“Meski nelayan wilayah Kalianda tidak melaut namun saya masih bisa membeli dari distributor ikan dari pantai Timur,” terang Hendri.

Pantauan Cendana News gelombang tinggi yang menghantam wilayah perairan Barat Lampung khususnya di perairan pantai Kalianda membuat nelayan memilih menambatkan perahu.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.