hut

Pelajar SMA di Bulukumba Ciptakan Alat Deteksi Tikus

BULUKUMBA—Monica Patricia Putri Wongso dan Hikmatul Inayah Mudassir, tampak serius mempereteli micro controller miliknya. Alat ini akan dibuat sebagai pendeteksi hama tikus untuk dipasang di sawah. Monica dan Hikmatul terinspirasi dari kekayaan alam di Kabupaten Bulukumba di sektor pertanian.

Berlimpahnya kekayaan alam di sektor pertanian diikuti pula dengan hama tikus yang menghantui pertanian di Bulukumba. Melihat hal itu, Monica dan Hikmatul, mulai mencari literasi, dan menemukan, bahwa sinar ultrasonik bisa dipergunakan untuk mengusir hewan pengerat tersebut.

Monica menjelaskan, jika petani membasmi hama tikus dengan mengunakan racun dan juga membakar sarang tikus. “Dengan cara meracun atau pun membakar sangat berdampak buruk bagi lingkungan alam mereka dan yang rugi adalah mereka sendiri”, kata Monica, saat ditemui di Laboratorium Youth Hub, Kamis (4/1/2018).

Dengan bermodal pengetahuan, bahwa tikus tidak menyukai suara dan cahaya, Lalu Monica dan Hikmatul mulai menyusun perangkat untuk membuat alat pendeteksi tikus tersebut. Banyak kendala yang ditemui oleh Monica dan Hikmatullah dalam membuat alat pendeteksi tikus.

Monica dan Hikmatul merupakan satu tim dari SMAN 1 Bulukumba dalam pembuatan proyek pendeteksi tikus ini. Salah satu tantangan yang ditemui mengorbankan waktu istirahat, jika anak lain sepulang sekolah ke rumah, tidak dengan Monica dan juga Hikmatul.

Mereka berdua harus singgah terlebih dahulu ke Laboratorium Youth Hub untuk menyelesaikan proyeknya. Bahkan, Monica dan Hikmatul harus pontang-panting meminjam laptop untuk menyelesaikan program pendeteksi tikus tersebut.

“Bahkan, saya harus kurang istirahat karena saya juga seorang yang aktif di organisasi sekolah, jadi saya biasanya pulang dari sekolah pergi ke Laboratorium Youth Hub ini”, ceritanya.

Butuh dua bulan untuk menyelesaikan alat pendeteksi tikus ini. Untuk cara kerja dari alat pendeteksi tikus ini, ketika alat ini ditaruh di daerah yang menjadi sarang tikus, jika ada sekor tikus dan tertangkap oleh sensor dari alat tersebut, maka sensor tersebut akan meneruskan pesan ke petani, lalu membunyikan bazer untuk mengusir tikus tersebut.

Rencananya, alat dari siswi SMAN 1 Bulukumba ini setelah rampung dan telah di ujicoba, akan mengikuti pameran intel di Jakarta mendatang. Jika berhasil nantinya alat ini akan diperbanyak untuk membantu para petani dalam mengatasi hama tikus.

Peserta didik dari Youht Hub ini mengharapkan agar alat ini bisa membantu para petani dalam mengatasi hama tikus. “Saya ingin memperbanyak alat inovasi saya ini, agar bisa diedarkan ke petani-petani yang ada diBulukumba”, tuturnya.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari seorang mentor Youth Hub dalam membimbing Monica dan Hikmatul. Youth Hub sendiri merupakan salah satu program dari sahabat pulau. Program ini menelurkan para siswa di kabupaten Bulukumba untuk menjadi inovator atau penemu.

Rahmat yang merupakan mentor dari Youth Hub, mengatakan, jika dirinya tidak terlalu kesulitan dalam membimbing adik-adiknya tersebut. “Kesulitannya mungkin cuma pembagian waktu saja, sehingga perangkatnya tidak cepat selesai. Tetapi, dengan melihat motivasi anak-anak saya sangat bersemangat”, tutupnya.

Lihat juga...