Pembangunan Jalan Pendukung Bandara Kulonprogo, Bertahap

578

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, mulai menyusun rencana detail engineering design (DED) pembangunan infrastruktur jalan pendukung bandara New Yogyakarta International Airport.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) KulonProgo, Nurcahyo Hudi Wibowo, mengatakan pemetaan dan penyusunan rencana detail teknis pembangunan infrastruktur jalan pendukung bandara sudah dilakukan sejak 2017, saat ini, secara bertahap mulai dibangun sesuai kemampuan anggaran pemkab.

“Kami sudah menyiapkan rencana detail teknis (DED) infrastruktur bandara. Pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya, Senin (29/1/2018).

Ada pun infrastruktur jalan pendukung bandara, yakni konektivitas bandara ke Stasiun Kedundang, konektivits bandara – Kota Wates, konektivitas jalan nasional – jalan jalur lintas selatan (JJLS), Kota Wates – Nanggulan – Borobudur, dan akses ke tempat wisata.

Konektivitas bandara ke Stasiun Kedundang meliputi ruas Kecamatan Kokap – Pripih, Pripih – Jurangkah, Mlangsen – Pripih, Tonobakal – simpang Giridondo, Pasar Jombokan – Trukan Wetan, dan Simpang Demen – Girigondo.

“Panjang jalan konektivitas bandara ke Stasiun Kedundang masing-masing ruas rata-rata dua kilometer,” katanya.

Selanjutnya, konektivitas bandara – Kota Wates meliputi Dalangan – Siluwok (Pasar Jombokan), Triharjo – RSUD Wates, Dipan – Kulur dan jalan Kemiri III.

Konektivitas jalan nasional – jalan jalur lintas selatan (JJLS) meliputi Sogan – Karangwuni, Kenteng – Cangakan, Cangakan – Ngramang, Pasar Bendungan – Pleret, Mlangsen – Simpang Palihan, Pasar Temon – Pantai Glagah.

Konektivitas Kota Wates – Nanggulan – Borobudur meliputi Simpang Kekep – Kalimanggis, Dengok – Janti, Sudu – Giripurwo, Dengok – Janti dan Jembatan Sepuri.

Terakhir, akses ke tempat wisata meliputi Gemulung – Soka, Bulu – Clereng, Simpang Clereng – Segajih, Slanden – Bolong, palang kereta api barat – Gemulung (Sermo).

“Total panjang jalan infrastruktur jalan pendukung bandara 92,015 kilometer. Soal anggaran yang dibutuhkan masih dalam kajian,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Aji Pangaribawa, meminta Pemkab Kulonprogo melalui DPUPKP harus bekerja cepat, sehingga saat bandara sudah jadi, jalan-jalan yang ada di Kulon Progo siap dilalui.

“DPUPKP harus pandai mengakses anggaran dari pusat, baik DAK dan DAU, kemudian dari provinsi dan daerah. Kita ketahui, anggaran infrastruktur di Kulon Progo berkurang, karena ada pemangkasan DAU,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...