Pemerintah Bangun Rumah Masyarakat Adat Kaltara

141

NUNUKAN – Pemerintah pusat membangun puluhan rumah masyarakat adat di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kegiatan tersebut dilakukan melalui Program Komunitas Adat Terpencil (PKAT) yang mendapatkan alokasi dana di APBN 2018.

“Selain merehabilitasi rumah masyarakat kurang mampu, pemerintah pusat juga membangun rumah masyarakat adat yang berada di daerah terpencil dan pedalaman,” ujar Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Senin (29/1/2018).

Pembangunan rumah masyarakat adat pada 2018 dilakukan khusus di Kabupaten Malinau. Di Desa Long Lake Kecamatan Malinau Selatan sebanyak 50 unit rumah akan dibangun. Jumlah tersebut sesuai usulan Pemprov Kaltara kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI.

PKAT adalah bentuk pemberdayaan masyarakat terpencil sebagai salah satu perwujudan Program Nawacita Presiden Joko Widodo yaitu membangun daerah dari pinggiran dan perbatasan. Sebelum program tersebut diusulkan, Pemprov Kaltara sudah melakukan studi kelayakan dan pemetaan lokasi pada 2017.

“Sebenarnya Pemprov Kaltara mengusulkan 86 unit rumah pada PKAT, tapi yang disetujui pemerintah pusat baru 50 unit yaitu di Desa Long Lake Kabupaten Malinau, kemungkinan program ini akan dilanjutkan pada anggaran 2019,” tambah Gubernur.

Irianto Lambrie menyatakan, selain membangun rumah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltara juga memberikan pembinaan kepada masyarakat adat setempat. Selama ini masyarakat adat hidup dan bertempat tinggal secara berpindah-pindah.

Dengan pembangunan rumah adat, masyarakat adat di Kabupaten Malinau dapat tinggal menetap dalam satu kawasan. Biaya pembangunan 50 unit rumah ini melalui APBN sebesar Rp3 miliar atau Rp40 juta per unit.

Pengerjaan rumah masyarakat adat akan diserahkan kepada Pemkab Malinau. Pada tahun berikutnya, PKAT direncanakan akan dilakukan di Kabupaten Nunukan, namun masih dicari lokasi yang lebih layak. Dua kecamatan yakni Kecamatan Lumbis Ogong dan Sembakung Atulai dinilai layak untuk menjadi lokasi. Ketentuan pemerintah pusat, pembangunan rumah tersebut minimal 30 unit. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.