Pemerintah Segera Kucurkan Dana Belanja Benih ke Petani

403

YOGYAKARTA – Pemerintah pusat melalui kementerian pertanian akan segera menyalurkan bantuan benih langsung kepada petani, sebagai pengganti bantuan subsidi benih yang dihapus mulai 2018. 

Pemberian bantuan benih langsung tersebut nantinya akan diberikan melalui sistem belanja benih. Wilayah DIY pada 2018 ini akan mendapatkan kucuran alokasi belanja benih kurang lebih senilai Rp23 miliar. Yakni, khusus untuk tanaman pangan pajale atau padi, jagung dan kedelai.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro, menyebut anggaran belanja benih senilai Rp23 miliar tersebut akan dibagi, yakni Rp7,8 miliar untuk benih kedelai, Rp7,02 miliar untuk benih jagung dan Rp875 juta untuk benih padi.

“Bantuan benih ini hanya akan diberikan untuk areal tanam baru. Artinya, bantuan benih hanya akan diberikan untuk lahan yang belum pernah ditanami ketiga jenis tanaman tersebut. Kecuali untuk kedelai, ketentuannya masih boleh. Karena pada 2018 ini pemerintah fokus untuk pengembangan kedelai,” katanya.

Dipaparkan, alokasi luas lahan yang akan mendapatkan bantuan benih di DIY pada 2018 tercatat ada sekitar 14.000 hektare. Jumlah itu disesuaikan dengan luas areal tanam baru yang ada di DIY.  Yakni, terdiri dari 4.020 hektare lahan jagung, 8.000 hektare lahan kedelai dan 2.000 hektare lahan padi. Sedangkan untuk alokasi jumlah benih ditetapkan sebanyak 25 kilogram per hektare untuk padi, 15 kilogram per hektare untuk jagung dan 50 kilogram per hektare untuk kedelai.

“Untuk padi dan kedelai nanti dana bantuan belanja benih akan ditransfer oleh pemerintah langsung ke rekening kelompok petani. Sehingga petani yang belanja benih. Sedangkan untuk jagung, benih akan dibelanjakan langsung pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan untuk kelompok penerima bantuan benih nantinya akan diajukan secara berjenjang untuk diseleksi dari tingkat kelompok, lalu kabupaten, hingga propinsi.

Dengan tidak adanya bantuan subsidi benih, kata Djarot, petani yang tidak mendapatkan bantuan benih langsung, mulai 2018 ini otomatis harus membeli benih dengan harga normal. Hal itu dinilai memiliki sisi positif dan negatif. Di antaranya pendapatan petani akan berkurang, namun di sisi lain petani akan bisa memilih benih dengan kualitas yang diinginkan masing-masing.

“Memang, petani masih sangat membutuhkan benih subsidi. Dengan tidak adanya subsidi benih, jelas akan mengurangi pendapatan petani. Meskipun dengan tidak adanya subsidi, petani justru bisa mendapatkan benih yang sesuai,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...