Pemkot Balikpapan Siapkan Lahan Bangun Depo Kontainer di KIK

306

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menyediakan lahan sekitar 4 hingga 10 hektare dari 142 lahan milik pemkot untuk pembangunan depo kontainer di Kawasan Industri Kariangau (KIK). Pembangunan depo kontainer tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp500 miliar.

Rencana pembangunan depo kontainer itu dituangkan dalam MoU kerjasama antara Perusda Balikpapan dan Pelindo 4 Balikpapan yang disaksikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersama Asisten II Setdakot Balikpapan.

“Rencana pembangunan depo kontainer ini masih dikaji, disepakati berapa dann berapa luas area yang dikerjakan. Karena di Pelindo kan ada improvisasinya, ada washing apa segala macam dan pergudangan. Improvisasi pengaruh sama nilai investasi,” kata Dirut Perusda Balikpapan Purba Widjaya, usai melakukan MoU Kerja sama, Jumat (26/1/2018).

Dia menjelaskan dalam pembangunan pemerintah kota melalui perusda lahan yang dimanfaatlan 4-10 kontainer dan apabila seluas dua hektare diproyeksi mampu menampung sekitar 4 ribu kontainer.

“Skema kita sampai 4-10 hektare. Jadi asumsi dua hektar dengan lahan hijau 40 persen ya kurang lebih 4000 kontainer,” jelasnya.

Setelah MoU kerja sama selanjutnya, masing-masing pihak sudah menyerahkan data base terkait depo kontainer untuk disesuaikan dengan tahapan pembangunannya.

“Depo seperti apa yang kita inginkan itu sudah. Dari sisi usaha namnya depo itu pasti layak. Kalau kita mau bikin 10 atau bikin 100 yang ada bisa rampung 5 jangan bikin 10,” pungkasnya.

Dalam MoU akan dilakukan studi kelayakan bersama antara perusda dan pelindo.”Pemkot siapkan lahan, Pelindo bangun fisiknya,” terang Manager Pelindo 4 Balikpapan, M Baharuddin.

Sesuai rencana akan di launching pada 10-15 Februari 2018 mendatang, dalam rangkaian HUT Balikpapan ke-121 tahun.

Ia optimistis jika grandlaunching bakal dilakukan sesuai target. Pihaknya juga sudah melakukan peninjauan lahan untuk kebutuhan pembangunan 4-6 hektare.

“Mengacu tren pertumbuhan sendiri Pelindo sepakat apabila lapangan penampungan khusus dibuat. Di KKT aktivitas bongkar muat peti kemas punya batas waktu tidak melebihi 3 hari-5 hari. Kita tak mau nanti stagnan kalau menumpuk terus,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...