Pengkot Taekwondo Tolak LPJ Ketum KONI Kota Yogyakarta

99

YOGYAKARTA – Musyawaran Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Yogyakarta berlangsung panas. Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Yogyakarta menolak laporan pertanggungjawaban Ketum KONI lama, Santosa Budiraharjo.

Sukamto, Ketum Pengkot TI Kota Yogyakarta mengungkapkan, TI dengan tegas menolak LPJ Ketum KONI lama sebelum ada kejelasan status dana abadi yang jumlahnya cukup besar. Apalagi, Ketum lama sempat menjanjikan bakal mempertanggungjawabkan dana itu dalam Musorkot.

“Sebelumnya pernah ada pertemuan dengan cabor dan dijanjikan akan disampaikan di forum ini. Saya tunggu ternyata tidak ada laporan soal dana abadi,” protes Sukamto, Minggu (14/1/2018).

Menurut Sukamto, kejelasan status dana abadi sangat penting mengingat tidak ada kabar mengenai dana yang ada sejak 2009 silam tersebut. Terlebih, Sukamto yang juga mantan Kepala Kantor Kesbang Pora, mengaku tahu persis aliran dana tersebut.

“Sengaja saya buka di sini agar yang lain juga tahu. Yang kami inginkan hanya kejelasan status dana dan penggunaannya. Tapi jawabannya tidak sesuai harapan, katanya dipinjam Rp550 juta. Padahal uangnya sekitar Rp650-an juta,” jelasnya.

Sukamto, Kettum Pengkot TI Kota Yogya. Foto: Sodik

Meski mendapat penolakan dan Pengkot TI, namun Musorkot tetap dilanjutkan dengan agenda berikutnya karena mayoritas peserta menyetujui LPJ Ketua Umum KONI lama.

Selain mempersoalkan status dana abadi, Sukamto juga sempat memprotes pimpinan sidang yang dianilainya tidak sesuai tata tertib. Setelah istirahat dan dilanjutkan dengan agenda sidang pleno pertama, Bastari Ilyas, mengambil posisi sebagai pimpinan sidang. Hal ini menuai protes dari Sukamto.

“Sesuai tata tertib sidang pleno seharusnya dipimpin pengurus harian,” pintanya berulang kali.

Sekum KONI Kota Yogya yang duduk persis di samping Bastari, Rob Sumiarno angkat bicara. Ia menjelaskan jika Bastari tidak berstatus pimpinan sidang, melainkan hanya mengisi jeda sampai pleno pertama resmi dibuka. Lagi pula, Bastari mengambil posisi sesuai petunjuk Ketua Umum.

“Jadi karena beliau ini yang mengerti persoalan hukum, makanya beliau diminta memimpin sementara. Sidang pleno belum secara resmi dibuka. Beliau hanya diposisikan untuk memastikan sidang sudah sesuai aturan,” kilahnya.

Musorkot KONI Kota Yogya yang digelar di Ballroom Hotel Tentrem Jl AM Sangaji secara aklamasi memilih Tri Joko Susanto sebagai Ketua Umum yang baru menggantikan Santosa Budiraharjo.

Lihat juga...

Isi komentar yuk