Penyeberangan Reguler ke Sebuku dan Sebesi Tak Terpengaruh Gelombang Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kesibukan di pelabuhan Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG — Kondisi ombak dan gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan Barat Lampung Selatan dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah nelayan tangkap menunda kegiatan melaut. Meski demikian arus penyeberangan barang, penumpang masih tetap berjalan dengan normal dari Pulau Sumatera ke Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi melalui pelabuhan Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

Suhada (40), salah satu nahkoda kapal motor penumpang rute pelabuhan Canti ke Pulau Sebuku dan Sebesi menyebutkan, kondisi perairan dalam beberapa hari terakhir masih kurang bersahabat, Bahkan gelombang dan ombak tinggi mendominasi perairan Barat Lampung.

Nahkoda KM Karya Usaha rute pelabuhan Canti Kecamatan Rajabasa ke Pelabuhan Pulau Sebesi ini menyebutkan, kondisi cuaca tersebut diakui Suhada masih belum mempengaruhi arus penyeberangan reguler antar pulau kecil di Kecamatan Rajabasa terutama pada akhir pekan.

“Akhir pekan selain penumpang orang, barang meningkat karena banyak warga yang berasal dari Pulau Sebesi hendak membeli kebutuhan di daratan Pulau Sumatera lalu kembali ke Pulau Sebesi dan Sebuku sekaligus sejumlah wisatawan,” terang Suhada saat ditemui Cendana News, Minggu (14/1/2018).

Suhada menyebut jenis kapal motor penumpang yang melayani penyeberangan antar pulau tersebut beroperasi pagi hari sekitar pukul 07:00 dan siang sekitar pukul 13:00 menyesuaikan kondisi penumpang dan barang yang akan diseberangkan.

Meski kondisi cuaca sedang tak bersahabat namun dengan kondisi kapal yang prima dan peralatan keselamatan yang memadai, manifest penumpang hingga saat ini pelayaran reguler masih tetap berjalan dengan normal tanpa ada gangguan.

Suhada juga menyebut selalu melakukan koordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan Canti yang juga berada di bawah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni dan memperhatikan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim terutama dalam hal kondisi cuaca yang tidak bersahabat untuk pelayaran.

Suhada, nahkoda kapal motor penumpang Karya Usaha yang melayani rute pelabuhan Canti ke Pulau Sebesi, Sebuku [Foto: Henk Widi]
Saat terjangan siklon tropis Dahlia sejumlah kapal motor penumpang disebutnya ikut mematuhi imbauan untuk menghentikan aktifitas pelayaran memperhitungkan faktor keselamatan.

“Kami selalu memperhatikan faktor keselamatan dan berkoordinasi dengan pihak syahbandar bahkan kerap mendapat himbauan secara lisan dan edaran tertulis saat kondisi cuaca tidak bersahabat dan tentunya dengan tetap memohon keselamatan dari Yang Maha Kuasa,” bebernya.

Dalam sehari Suhada mengangkut sekitar 20 hingga 30 penumpang orang serta barang dagangan di antaranya beras, tabung gas elpiji, kendaraan roda dua serta sejumlah keperluan masyarakat.

Tarif penyeberangan ke Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku saat ini sebesar Rp20.000 untuk penumpang juga barang yang akan diangkut ke Pulau Sumatera menuju ke Pulau Sebesi, Sebuku.

Sebaliknya dari Pulau Sebesi, Sebuku, selain masyarakat yang akan berbelanja sebagian besar kapal juga mengangkut beberapa hasil bumi berupa pisang, kelapa, kakao serta sejumlah sayuran hasil pertanian di Pulau Sebesi,Sebuku.

Sonia, salah satu wisatawan akan mengunjungi kerabatnya yang ada pulau di gugusan kepulauan Krakatau tersebut sekaligus berlibur.

Ia menyebut dengan adanya pelabuhan penyeberangan di Desa Canti Kecamatan Rajabasa dengan kondisi dermaga masih terbuat dari papan kayu sektor pariwisata di wilayah tersebut semakin berkembang meski ia berharap ada kapal khusus yang dipergunakan untuk kegiatan pariwisata.

“Harapan kita dengan kunjungan wisata yang semakin banyak terutama akhir pekan dan hari hari libur nasional infrastruktur pelabuhan dan sarana kapal bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujar Sonia bersama rekan rekannya.

Komentar