Perajin Batik di Sumbar Menanti Sertifikasi dari Kemenperin

173

PADANG — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni berharap adanya sertifikasi bagi perajin batik sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memberikan sertifikasi kepada perajin itu. Karena perajin yang merupakan ekonomi kreatif, akan menjadi salah satu usaha yang dapat membantu masyarakat,” katanya, Sabtu (27/1/2018).

Menurutnya, jika para perajin diberi sertifikasi, maka Kemenperin telah turut memotivasi untuk melahirkan karya-karya dengan kualitas yang bagus.

Sejauh ini untuk perajin batik terutama di Kabupaten Pesisir Selatan, terus tumbuh hingga ke daerah-daerah di tingkat kecamatan. Bahkan, cukup banyak permintaan dari masyarakat kepada kedinasan untuk turun ke daerah dalam hal memberi pelatihan kepada masyarakat.

Terkait pelatihan dasar, Lisda meminta kepada walinagari bisa memanfaatkan dana desa untuk memberikan pelatihan terhadap masyarakat yang ingin belajar.

“Permintaan banyak dari masyarakat, jadi menurut saya berikan pelatihan dasar dari walinagarinya dulu, setelah itu, tahap selanjutnya bisa dibantu dari kedinasan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya sertifikasi, maka akan memudahkan perajin mendapatkan bantuan pengembangan usaha, baik dari kementerian maupun dari pihak CSR perusahan yang ada.

Ia menyebutkan, di Pesisir Selatan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerahnya, akan merencanakan mendirikan kampung batik tepatnya di Lumpo. Kampung batik itu akan memperlihatkan kekhasannya, yakni adanya rumah produksi batik beserta rumah masyarakatnya, di cat dengan memiliki ukiran batik.

“Di Pesisir Selatan ada 60 perajin batik yang tersebar disejumlah daerah,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pengrajin batik Iqbal mengatakan sangat mendukung jika benar Kemenperin ingin memberikan sertifikasi bagi pengrajin.

“Yang saya pahami, jika sudah ada sertifikasi, maka karya batik kita akan lebih terkenal, dan memiliki kepercayaan konsumen. Maka dari itu, saya dukung untuk sertifikasi tersebut, ” harapnya.

Iqbal yang selama ini sebagai perajin Batik Tanah Liek Bundo menyatakan selama ini usaha batik ‘tanah liek’ (tanah liat) nya berjalan cukup bagus. Karena cukup banyak pembeli yang menyukai.

Akan tetapi, jika ditambah dengan adanya sertifikasi, dinilai akan menjadi nilai bonus. Karena karya telah diakui oleh Kemenperin melalui adanya sertifikasi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.