banner lebaran

Periode Januari, Polda Metro Tangkap 11 Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

321

JAKARTA— Direktur Reserse Narkoba Polda Metro, Kombes Polisi Suwondo Nainggolan mengatakan dalam periode Januari 2018, semua Subdit Narkoba telah berhasil ungkapkan tiga sindikat jaringan internasional.

“Jadi, bulan ini para pengedar narkoba yang ditangkap ada 11 orang, dua di antaranya warga negara Tiongkok dan satu tersangka ditembak mati,” Ujar Suwondo dalam jumpa pers di Mapolda, Jakarta Selatan, Senin, (29/1/2018).

Suwondo merinci beberapa penangkapan terhadap tersangka yang dilakukan oleh polisi yakni Tim Khusus Subdit 1 Narkotika mengamankan sabu 1.292,7 gram dan ketamine 75 gram di jalan pembangunan, Kecematan Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa 9 Januari 2018.

Pada saat bersamaan Unit 5 Subdit 1 Narkotika juga membekuk satu tersangka di Jalan Angkasa dalam, Gunung Sahari, Jakarta pusat dengan barang bukti 141,73 kilo gram Sabu.

“Di Gambir kita tangkap dua pengedar berinisial M and RP, kalau di Gunung Sahari kira amankan satu tersangka yang berinisial F,” Tutur Suwondo.

Sementara Subdit 2 Psikotropika berhasil meringkus satu Warga Negara China berinisial W.J dengan barang bukti 1,9 Kilo gram sabu dan 2,11 kg Ketamine yang dikemas rapi dalam bungkusan plastik.

WJ diamankan kepolisian di Apartemen Best Western wilayah Sawah Besar, Jakarta pusat pada Senin, 8 Januari 2018.

Sedangkan Subdit 3 Baya Ditresnarkoba, Lanjut Suwondo, berhasil tangkap tersangka seorang wanita berinisial DK yang merupakan sindikat jaringan Malaysia-Jakarta dengan barang bukti 532 gram sabu. DK diamankan Polisi di terminal kedatangan 2D Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, pada Minggu 28 Januari 2018, sekitar pukul 20.00WIB.

Suwondo Menjelaskan, berdasarkan informasi dari Tim Khusus Polda, ada seseorang perempuan yang membawa narkotika yang berasak dari Malaysia dengan tujuan Jakarta. Informasi tersebut dikoordinasi dan ditindaklanjuti oleh petugas Bea cukai Bandara.

Akhirnya, Tim Khusus Narkotika Mengamankan DK, saat diperiksa ada
barang bukti sabu yang disembunyikan dan dililitkan dalam softex atau pembalut wanita.

“Batang haram itu, dimasukkan di pembalut, lalu dipakai, tapi berada di dalam pesawat, DK buka sabu taruh di tas, saat turun dari pesawat, dimasukkan lagi,” beber Suwondo.

Untuk menyelamatkan generasi muda bangsa, pihak Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro jaya akan terus membasmi kejahatan tindak pidana narkotika sindikat jaringan internasional, selama masih beroperasi di Indonesia.

Atas perbuatannya, para pengedar narkoba dijerat Pasal 113 ayat (2) junco Pasal 132, Ayat 1 subsider Pasal 114, Ayat 2 junco Pasal 132 Undang -undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.