Perkebunan Kakao di Papua Barat Direhabilitasi

225

MANOKWARI – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat akan merehabilitasi perkebunan kakao di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat Yakob Fonataba, di Manokwari, Jumat, mengatakan program ini difokuskan pada perkebunan yang mengalami kerusakan parah akibat serangan hama penggerek buah kakao (PBK).

“Terutama di Manokwari, di sini cukup luas perkebunan kakao yang diserang PBK,” kata Yacob.

Selain Manokwari, kata dia, kebun kakao yang akan direhabilitasi mulai tahun ini antara lain di Kabupaten Manokwari Selatan dan Sorong. Seluruhnya merupakan perkebunan rakyat.

Menurutnya, program rehabilitasi perkebunan sudah dimulai sejak tahun 2017. Atas permintaan gubernur, tahun lalu Kementerian Pertanian memberikan bantuan rehabilitasi untuk 200 hektare lahan perkebunan.

Yacob belum mengetahui pasti luas lahan yang akan direhabilitasi tahun ini, namun dipastikan cukup luas dan akan dilaksanakan mulai tahun ini.

Ia mengemukakan, serangan PBK ini berlangsung cukup lama, sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Rehabilitasi dilakukan dengan mencabut total tanaman kakao dan menggantinya dengan tanaman baru.

“Dirjen Perkebunan beberapa bulan lalu turun melakukan survei. Dari survei itu tim merekomendasikan rehabilitasi total, sehingga itu yang akan kami lakukan,” katanya pula.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada kesempatan sebelumnya menginginkan daerah ini memiliki perkebunan berskala besar. Gubernur berharap Papua Barat dapat merebut peluang besar perdagangan global.

Ia ingin komuditas ekspor meningkat melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam di setiap daerah. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.