Perpusdes Gumelar Desa Rawa Selapan Jadi Sanggar Belajar

396

LAMPUNG — Upaya meningkatkan minat baca masyarakat dari generasi muda dan masyarakat umum, terus dilakukan oleh sejumlah desa di Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya di Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Darman, Kepala Perpustakaan Desa Rawa Selapan, mengatakan, saat ini bangunan khusus untuk perpustakaan diberi nama Perpustakaan Seru Gumelar. Pemilihan nama perpustakaan desa yang dikenal dengan Perpuseru Gumelar ini mengambil semangat dari semboyan desa setempat, Guyup, Ulet, Manut, Lantif, Aman, Eling, Raharjo, yang memiliki semangat kebersamaan dalam mendidik generasi muda di wilayah tersebut.

“Semula lokasi perpustakaan sudah ada di sebelah aula desa, namun karena jarang dikunjungi dan lokasi kurang strategis, maka ada inisiatif dari perangkat desa untuk membuat perpustakaan di tepi jalan kabupaten,” terang Darman, Selasa (30/1/2018).

Sujarno, Kepala Desa Rawa Selapan (kiri) dan Sugeng Hariyono (kanan), fasilitator Perpuseru Lamsel. [Foto: Henk Widi]sda
Berdasarkan data, sejumlah koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan desa Gumelar terdiri dari buku karya umum, kesusasteraan, geografi, sejarah, kesenian, olahraga, bahasa, agama dan sejumlah buku fiksi.

Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan meja baca, kursi baca dan lainnya. Meski masih minim fasilitas, perpustakaan desa ini sudah menjadi sanggar belajar pelatihan komputer, pelatihan pembuatan sabun cair, kerajinan anyaman dan berbagai pelatihan lain.

Pada Maret 2017, perpustakaan desa memperoleh tiga unit komputer untuk mendukung kegiatan perpustakaan berbasis internet dari Coca Cola Foundation (CCF). Bantuan tersebut sengaja dipergunakan untuk sarana belajar masyarakat di perpustakaan dengan penyediaan fasilitas internet dari pihak desa, melalui anggaran dana desa.

Bantuan komputer tersebut berbarengan dengan bantuan untuk Perpuseru Desa Rawa Selapan, Titiwangi, Kecamatan Candipuro dan Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, dan Desa Kerinjing, Kecamatan Rajabasa.

Berkat dukungan dari pemerintah desa dengan anggaran dana desa sebesar Rp62 juta, dibangun perpustakaan desa permanen berukuran 7 x 9 meter, yang sebagian dipergunakan untuk perpuseru dan kantor. Pengalokasian anggaran dana desa tersebut diakui Sujarno, Kepala Desa, merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia literasi.

“Pemerintah desa mengalokasikan anggaran dana desa membuat gedung
yang lebih representatif dengan tempat yang nyaman untuk kegiatan membaca,” terang Sujarno.

Saat ini, desa yang merupakan pemekaran dari Desa Titiwangi tersebut memiliki 1.203 kepala keluarga terdiri 4.450 jiwa yang ada di enam dusun. Desa Rawa Selapan, diakuinya juga pernah memenangkan lomba desa tingkat nasional pada 1994 dan 2009. Kebutuhan buku yang masih kurang bahkan akan terus dilakukan dengan mengandalkan donasi dari pihak yang peduli pada dunia literasi.

Sugeng Hariyono, fasilitator Perpuseru Kabupaten Lampung Selatan, menyebut minat baca masyarakat di wilayah tersebut sudah cukup bagus, meski terbatas dalam akses ketersediaan buku. Berkat dorongan dari pegiat literasi yang ada di Lampung, ia mengaku pengembangan perpustakaan mulai banyak didukung oleh pemerintah desa dalam penyiapan perpustakaan.

Sugeng juga menyebut, meski beberapa desa memiliki kendala, namun sudah ada beberapa desa yang mengalokasikan dana desa untuk pembelian buku dan fasilitas perpustakaan. Dukungan yang masih minim dari pemerintah, disebutnya dilakukan dengan mendorong perusahaan swasta untuk memberikan bantuan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR), baik berupa penyiapan fasilitas dan kemitraan dalam pelatihan sumber daya manusia dalam bidang perpustakaan.

Baca Juga
Lihat juga...