Pesawat Perang Turki Gempur Afrin

255

BEIRUT – Pesawat tempur Turki mulai melakukan penyerangan ke Kota Afrin di Suriah dan beberapa desa di sekitarnya pada Sabtu (20/1/2018). Milisi YPG Kurdi Suriah menyebut serangan tersebut melukai sejumlah orang.

Juru bicara YPG di Afrin Rojhat Roj mengatakan, meski serangan tersebut melukai sejumlah orang, jumlah korbannya masih belum bisa dipastikan. Dan meski ada serangan udara, saat ini tidak ada bentrokan antara pasukan Turki dan YPG. “Hanya pertempuran kecil di pinggiran wilayah Afrin,” sebutnya, Sabtu (20/1/2018).

Seorang pejaba senior Turki mengkonfirmasi adanya serangan tersebut. Pesawat tempur Turki disebutnya menyerang milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat di Afrin.

Sementara Pemerintah Suriah sebelumnya,  memperingatkan Turki agar tidak melakukan gerakan militer di wilayah barat laut Afrin di Suriah. Pertahanan udara Suriah siap mempertahankan diri dari serangan semacam itu. “Kami memperingatkan pemimpin Turki bahwa jika mereka memulai gerakan tempur di wilayah Afrin, itu akan dianggap sebagai agresi oleh tentara Turki,” kata wakil menteri luar negeri Faisal Meqdad dalam pernyataannya.

Disebut Meqdad, pertahanan udara Suriah telah memulihkan kekuatannya kembali dan siap menghancurkan pesawat Turki di langit Republik Arab Suriah. Kehadiran pasukan Turki di wilayah Suriah ditegaskannya mendapatkan penolakan. Tindakan militer oleh Ankara akan mempersulit perannya sebagai pihak untuk usaha diplomatik dan menempatkannya pada tingkat yang sama dengan kelompok teroris.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, bahwa Turki akan ikut campur di Afrin dan Manbij untuk melawan petempur YPG Kurdi Suriah. Pasukan Turki sudah ditempatkan di wilayah Suriah di kedua sisi Afrin yang dikendalikan YPG. Tentara Suriah menguasai wilayah di selatan.

Pekan lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa masuknya militer Turki ke Provinsi Idlib di bagian utara Suriah adalah untuk menghajar pasukan milisi Kurdi, yang mengendalikan kawasan Afrin. Pasukan Turki masuk ke Idlib tiga bulan lalu setelah persetujuan dicapai dengan Rusia dan Iran. Ketiga negara itu berusaha mengurangi pertempuran pasukan Suriah dengan pemberontak di bagian Suriah, yang dikuasai pejuang.

Sejumlah pos pengamatan sudah dirikan Tentara Turki di dekat dengan garis pemisah antara lahan yang dikuasai pemberontak dan kawasan Afrin, yang dikuasai Kurdi. “Kalau teroris di Afrin tidak menyerah kami akan merobek-robek mereka,” kata Erdogan dalam sebuah kongres Partai AK yang berkuasa di Elazig, kota di bagian timur Turki.

Erdogan mengatakan milisi YPG Turki berusaha membentuk koridor teror di perbatasan bagian selatan Turki, yang menghubungkan Afrin dengan kawasan yang dikuasai Kurdi ke arah timur. Pada 2016 Turki melancarkan ofensif militer Euphrates Shield di bagian utara Suriah untuk memukul mundur IS dari perbatasan dan membagi-bagi kawasan yang dikuasai Kurdi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...