Petani Aceh Timur Keluhkan Pupuk Langka

101

LHOKSEUMAWE  – Kelangkaan pupuk di wilayah Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh membuat petani setempat mengeluh karena tanaman sedang membutuhkan pupuk pada masa pembuahan.

Salah seorang petani Saifuddin, di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan bahwa kelangkaan pupuk selama ini sangat dirasakan oleh petani setempat. Apalagi, tanaman padi sudah mulai memasuki masa pembuahan, sehingga tingkat kebutuhan pupuk sangat tinggi.

Menurutnya, kelangkaan pupuk bukan hanya untuk jenis pupuk bersubsidi, bahkan untuk pupuk nonsubsidi juga susah didapat oleh petani. Bahkan, hampir di setiap toko yang menjual pupuk, juga sulit menemukan pupuk.

“Kelangkaan pupuk ini bukan hanya pupuk bersubsidi saja, akan tetapi untuk pupuk nonsubsidi juga susah didapati. Bahkan saya sampai pergi ke kecamatan lain untuk mencari pupuk ke daerah lain, namun susah juga menemukannya,” ujar Saifuddin.

Sedangkan untuk jenis pupuk yang dibutuhkan oleh petani saat ini adalah Urea dan NPK. Tetapi, sebagaimana dikatakan oleh petani tersebut, keduanya sangat susah didapat. Padahal, kondisi pertumbuhan tanaman banyak yang membutuhkan pupuk.

“Sekarang tanaman sedang membutuhkan pupuk, karena akan segera memasuki masa pembuahan. Tetapi, ketersediaan pupuk sangat terbatas dan nyaris tidak ada, sehingga dikhawatirkan tanaman tidak dapat berkembang dengan baik, akibat kekurangan pupuk tersebut,” ujar Saifuddin.

Petani di daerah itu sangat menginginkan pihak terkait segera mengatasi kelangkaan pupuk tersebut dapat diatasi, sehingga produktivitas tanaman dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

“Harapan kita, supaya pupuk mudah didapat agar tanaman tidak kekurangan pupuk, apalagi saat-saat seperti ini,” katanya pula. (Ant)

Baca Juga
Kementan Kembangkan Potensi Sentra Benih Jeruk Pur... JAKARTA --- Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buah jeruk, salah satunya melalui pengembangan sentra benih je...
Tingkatkan Hasil Pertanian, Petani di Sukabumi Dap... SUKABUMI  - Dua kementerian yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI serta Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan un...
Surplus Beras Sukabumi Capai 350 Ton SUKABUMI  - Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat untuk surplus beras pada 2018 ini diperkirakan mencapai 350 ribu ton dan sudah me...
Perkebunan Kopi di Bogor Didominasi Robusta dan Ar... BOGOR --- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memfasilitasi terbentuknya Koperasi Petani Kopi di wilayah t...
Hasil Panen Bawang Gunungkidul Belum Capai Target GUNUNGKIDUL --- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui panen bawang merah belum mencapai target, namu...
Peroleh Keuntungan Berlipat, Petani Gunakan Sistem... LAMPUNG - Keberadaan hamparan sawah di kaki Gunung Rajabasa Lampung Selatan dimanfaatkan sejumlah petani untuk menanam padi sawah. Sunanti (42) sa...
Hama Kutu Kebul Serang Cabai, Petani tak Bisa Pane... YOGYAKARTA - Sejumlah petani cabai di Kulon Progo mengaku kesulitan mengatasi hama yang biasa disebut Kutu Kebul yang menyerang tanaman mereka. Hama b...