banner lebaran

Peternak di Lampung Kesulitan Dapatkan Hijauan Pakan Ternak

191

LAMPUNG — Peternak di Desa Pasuruan, Klaten, dan sejumlah desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan kesulitan mendapatkan hijauan pakan ternak. Kondisi tersebut dipengaruhi situasi yang saat ini sedang memasuki musim tanam.

Salah satu yang meraskan kesulitan adalah Rohman (37). Pemilik ternak sapi tersebut mengatakan, setiap kali memasuki musim tanam, rumput hijauan pakan ternak banyak yang dimusnahkan. Pembersihan dilakukan dengan herbisida pembasmi rumput.

Kondisi tersebut memaksa peternak yang memiliki lahan pertanian mempergunakan lahan yang dimiliki untuk menaham hijauan pakan ternak. Rohman yang memiliki delapan ekor sapi jenis limousin menanam rumput di sela-sela tanaman kacang tanah yang dimiliki. Di kebunnya yang dijadikan sebagai tempat penanaman kacang tanah, dipergunakan untuk mengembangkan rumput pakan ternak sapi jenis rumput sindat gangsir.

Rohman membersihkan rumput disela sela tanaman kacang tanah sebagai pakan ternak sapi – Foto: Henk Widi

“Rumput sindat gangsir memiliki ciri daun yang kecil kecil dan kerap menjadi lokasi berkembangbiaknya jangkrik atau gangsir kerap tumbuh disela sela tanaman kacang tanah yang saya biarkan tumbuh dan akan dicabut saat membersihkan area tanaman kacang tanah,”beber Rohman salah satu petani sekaligus peternak sapi di Dusun Sumbersari Desa Pasuruan saat ditemui Cendana News tengah mencari rumput pakan ternak miliknya, Jumat sore (26/1/2018)

Proses penanaman kacang tanah sekaligus rumput tersebut diakuinya tidak mengganggu pertumbuhan kacang tanah dengan syarat rumput dibiarkan berkembang saat usia kacang tanah memasuki umur satu bulan. Hal itu dilakukan karena di usia dua bulan, kacang tanah  sudah dipanen untuk dijual.

Saat satu bulan menjelang masa panen sebagian lahan tanaman kacang tanah sudah bersih dari rumput yang tumbuh bersama kacang tanah. Rohman menyebut tidak menggunakan pembasmi gulma rumput untuk membersihkan dan memilih mempergunakan herbisida. Upaya untuk menghilangkan rumput dilakukan dengan menggunakan cara mencabut rumput serta mempergunakan sabit untuk proses pembersihan rumput.

Selain rumput yang ditanam pada lahan pertanian kacang tanah, di setiap tegalan yang berbatasan dengan sungai juga ditanam rumput gajah sebagai sumber pakan ternak sapi sekaligus cadangan saat kesulitan mendapatkan pakan ternak.

“Pada hari biasa kerap saya mencari pakan jenis jerami dan rumput lain di area persawahan dan perkebunan tapi semenjak musim hujan datang dan sebagian menjadi lahan tanaman jagung dan disemprot herbisida saya mengandalkan rumput yang saya tanam hingga empat bulan nanti,”terang Rohman.

Memiliki lahan seluas satu hektar sebagian ditanami jagung manis,kacang tanah,kacang hijau dan sayuran Rohman menyebut tidak mengkhawatirkan kebutuhan pakan ternaknya. Sumber pakan alami rumput hijauan dari kebun miliknya diklaim sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Sistem penanaman rumput hijauan yang sengaja dibudidayakan pada lahan kosong dan dipupuk menggunakan kotoran ternak membuat rumput miliknya tumbuh subur dan bahkan diberi tanda larangan agar peternak lain tidak mengambil rumput yang sudah ditanam tersebut.

Ia juga menyebut paska pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan berkurangnya lahan penggembalaan dan berkurangnya pakan dari area perkebunan dan sawah membuat sebagian petani yang sekaligus peternak menanam rumput secara mandiri. Rumput yang ditanam biasanya adalah jenis gajahan,kolonjono,sindat gangsir.

Sebagian petani penanam jagung manis bahkan memanfaatkan batang dan daun jagung sebagai sumber pakan alami untuk ternak. “Dari petani jagung hibrida saya juga kerap membeli kulit jagung muda atau janten yang bisa dijadikan pakan terutama saat sebagian rumput milik saya masih belum cukup umur untuk dipanen,” terang Rohman.

Saat kacang tanah siap dipanen ia menyebut daun kacang tanah tersebut kerap dijadikan sumber pakan dengan cara mencampurkan daun kacang hijau bersama pakan rumput hijauan. Pola peternakan dan pertanian terintegrasi bahkan diterapkannya dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan kompos sebagai pupuk pada lahan pertanian jagung, kacang tanah sekaligus lahan budidaya rumput miliknya.

Memiliki sebanyak delapan ekor sapi dengan enam diantaranya sudah dijual saat hari raya Idul Adha dan Idul Fitri Rohman menyebut menjadikan ternak sapi sebagai investasi jangka panjang. Harga sapi limousin yang dijual perekor seharga rata rata Rp20juta dirinya bisa memperoleh sebanyak Rp120juta.

Dua ekor sapi sisanya terus dikembangkan dengan sistem kawin suntik atau insemenasi buatan (IB). Ketersediaan pasokan pakan dengan sistem penanaman pakan disebutnya menjadi pendukung berlangsungnya ternak sapi di wilayah tersebut termasuk dijalankan oleh Rohman.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.