banner lebaran

Peternak Lele Kabupaten Malang Kembangkan Bioflok

407

MALANG — Para peternak ikan lele di wilayah Kabupaten Malang mulai mengembangkan budi daya lele dengan sentuhan bioflok dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang, Endang Retnowati mengatakan, pengembangan bioflok lele tersebut merupakan program baru dan baru mulai digencarkan pada tahun lalu dengan lima kelompok peternak sebagai proyek percontohan.

“Ada lima kelompok peternak lele yang diberikan bantuan, yakni tiga di Kecamatan Gondanglegi dan dua kelompok di Kecamatan Jabung. Bantuan yang diberikan adalah 10 ribu bibit lele, pompa air, blower dan timbangan, pakan ikan 1.050 kilogram, serta antibiotik untuk lele,” katanya di Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2017).

Bioflok lele merupakan budi daya yang menerapkan sistem pemanfaatan lahan untuk kolam ikan peternak dengan cara membuat sebuah medium tanpa menggunakan lahan tanah. Peternak lele bisa membudidayakannya melalui kolam buatan dengan bantuan anggaran dari Pemprov Jatim.

Program bioflok tersebut diluncurkan Pemprov Jatim pada akhir 2017, sehingga belum banyak peternak yang mendapatkan bantuan. Program tersebut untuk meningkatkan produksi lele.

“Pemkab Malang membantu dalam administrasi kelompok serta pembinaan agar program ini bisa berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya peternak lele,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Budi Daya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang Sumbodo Kresno Y menerangkan setiap kelompok terdiri dari 5-10 orang dan mendapatkan empat kolam lengkap dengan paketnya. Setiap kolam diisi sekitar 2.500 bibit lele. Sehingga, lanjutnya, untuk empat kolam dibantu sekitar 10 ribu benih lele. Pakan ikan yang diberikan pun merupakan kategori super, sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ikan dan panennya. Rata-rata panen ikan lele sekitar 3-4 bulan dan membutuhkan lahan luas.

Namun, katanya, dengan sistem bioflok, panen bisa dipercepat dan tanpa membutuhkan lahan tanah sebagai mediumnya. “Cara ini tentunya lebih efektif dan efisiensi bagi peternak. Dan, kami akan mengawal program baru ini agar berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan perekonomian peternak lel,” ujarnya.

Melalui bioflok lele, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang berharap produksi ikan bisa terus meningkat. Oleh karena itu, Dinas Perikanan dan Kelautan setempat berupaya mengintensifkan pendampingan kepada masyarakat penerima bantuan.

Selain bantuan dari Pemprov Jatim, program bioflok lele juga diluncurkan oleh pemerintah pusat akhir tahun lalu di Kabupaten Malang, yakni pondok pesantren Al Maarif Singosari dan An Nur II Bululawang. Masing-masing pondok pesantren mendapatkan 12 kolam lele.

Sedangkan paket bantuan untuk kelompok peternak lele lainnya di Kabupaten Malang masih dalam proses. Rencananya pada tahun ini, bantuan akan diberikan kepada peternak lele di Kecamatan Wajak.[ant]

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.