Peyek Tumpuk, Rempeyek Unik Khas Bantul

724

YOGYAKARTA — Sebagai salah satu daerah di Yogyakarta, Bantul memiliki beragam makanan tradisional yang khas, salah satunya adalah Peyek Tumpuk, makanan tradisional legendaris yang sudah dikenal luas. Camilan ini bahkan menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan saat berkunjung ke Bantul, Yogyakarta.

Nama Peyek Tumpuk sendiri diberikan karena dua hal. Pertama karena bentuk peyek yang tidak pipih bulat seperti rempeyek pada umumnya, melainkan tebal bertumpuk-tumpuk. Selain itu juga karena pertama kali dibuat dan dikenalkan oleh seorang wanita bernama mbok Tumpuk.

Meski sentra pembuatan peyek tumpuk kini sudah banyak ditemukan di wilayah Bantul, namun cikal bakal peyek tumpuk berawal di daerah Palbapang. Tepatnya di rumah Mbok Tumpuk, Jalan KHA Wahid Hasim, Bantul.

Lokasi inilah yang digunakan Mbok Tumpuk membuat Peyek Tumpuk sejak sekitar tahun 1975 silam hingga sekarang. Meski telah dilanjutkan oleh anak-anaknya, hingga kini proses pembuatan peyek tumpuk masih dipertahankan seperti saat awal peyek dibuat.

Dengan bentuk bertumpuk-tumpuk tak teratur mirip bongkahan, keistimewaan peyek Mbok Tumpuk terletak rasanya yang gurih dan renyah. Menurut salah seorang karyawan Peyek Mbok Tumpuk, Marni, rahasianya terletak pada pemilihan bahan baku rempeyek dan cara pembuatan yang masih tradisional.

Seorang karyawan Peyek Mbok Tumpuk, Marni menunjukkan Peyek Tumpuk /Foto: Jatmika H Kusmargana

Dibuat dari bahan baku tepung beras dan kacang tanah pilihan, peyek tumpuk dibuat dengan cara khusus. Pertama beras direndam terlebih dahulu selama semalam, setelah itu digiling hingga menjadi tepung beras.

“Tepung yang sudah jadi kemudian dicampur bumbu seperti kemiri, ketumbar, kencur, serta telur kemudian diadoni menggunakan santan. Setelah siap, campurkan kacang tanah pada adonan, setelah itu baru digoreng,” katanya.

Proses penggorengan peyek pun, tidak dilakukan secara sembarangan. Ada teknik tersendiri yang diterapkan. Selain tetap menggunakan kayu bakar, proses penggorengan juga dilakukan dalam beberapa tahapan, dengan menggunakan dua wajan berbeda.

“Pertama adonan digoreng untuk membuat bentuk peyek jadi bertumpuk-tumpuk. Setelah itu baru digoreng hingga kering. Api untuk penggorengan pertama lebih besar, sedang pada penggorengan kedua tidak boleh terlalu besar, agar tidak gosong,” katanya.

Keistimewaan Peyek Tumpuk lainnya adalah jumlah taburan kacang tanah pada peyek yang sangat banyak. Meski taburan kacang banyak, tebal, dan bertumpuk-tumpuk, namun tetap saja, peyek terasa sangat renyah saat dimakan.

Satu bungkus Peyek Tumpuk seukuran 1/2 kilogram sendiri biasa dijual dengan harga Rp30ribu. Meski sedikit mahal dari peyek pada umumnya, namun cita rasa dan ciri khas peyek Tumpuk membuatnya selalu diburu.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.