banner lebaran

Resmob Polda Metro Tembak Mati Pelaku Curat

72

JAKARTA— Subdit III Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menembak mati satu pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

“Pelaku yang ditembak berinisial SW, umur 31 tahun dari kelompok Lampung,” ujar Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubdit Penmas) Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng, dalam jumpa Pers di Mapolda setempat, Jumat, (12/1/2018).

Gede mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan unit V subdit III Ditreskrimum memperoleh informasi tentang profil tersangka SW yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan di Desa Serang, Kecematan Cikarang Selatan, Bekasi Jawa Barat.

Selanjutnya, kata Gede, pada Rabu 10 Januari, sekitar pukul 05.30 WIB, tim opsnal unit V subdit III Ditreskrimum melakukan pengembangan terhadap kasus penembakan di wilayah pondok Ranggon Bekasi itu, yang diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.

Kemudian saat polisi melewati wilayah Cibarusa, tim melihat dua pengendara sepeda motor Vixion dan Beat, melintas. Saat itu juga Resmob melakukan pengejaran terhadap pengendara tersebut.

“Jadi, pelaku yang di motor Vixion menembak tim Resmob, lalu kami balas menembak kena pundaknya, sehingga terjatuh dan kami amankan, namun saat dibawa ke RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur, nyawa tak tertolong, meninggal dunia,” tutur Gede.

Sementara, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, membeberkan, bahwa pelaku SW dilengkapi senjata rakitan untuk menjalankan aksi pencurian di beberapa wilayah di Bekasi dan DKI Jakarta.

“Untuk satu pelaku yang mengendarai motor Beat melarikan diri. Kami masih melakukan pengejaran untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan beberapa barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam dengan nomor polisi B 3192 FYR. Satu senjata api rakitan dengan peluru lima butir, topi hitam lambang hankam dan satu unit handphone merk Nokia.

“Kelompok Lampung ini juga menggunakan kunci leter T untuk mencuri motor,” imbuhnya.

Tersangka dikenakan pasal 363 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara selama 20 tahun.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.