[Review] Sukses dan Cinta dari Dua Kodi

292

JAKARTA — Sukses itu tentu butuh proses. Karena untuk meraih kesuksesan memang tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Ada proses yang panjang dan berliku untuk sampai pada puncak kesuksesan.

Dibutuhkan kerja ekstra keras sebagaimana dilakukan Tika yang diperankan artis Acha Septriasa, yang tampak berjuang begitu sangat keras dalam menyelamatkan kehidupan keluarga dan rumah tangganya demi sebuah harapan, impian dan cintanya kepada suami dan anak-anaknya.

Perjuangan Tika tak sekedar kerja keras untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, tapi juga mengembalikan cinta keluarga kepadanya. Demikian yang mengemuka dalam film ‘Bunda; Kisah Cinta 2 Kodi’.

Adegan awal film ini dimulai dari perkenalan Tika dengan Fahrul (Ario Bayu) di kereta. Tika yang termasuk tipe orang pekerja keras begitu memforsir dan menguras tenanganya sampai-sampai di kereta ia pingsan. Fahrul yang melihat langsung menolongnya. Beberapa penumpang yang merubung menyarankan untuk pakai wewangian, tapi Fahrul punya cara yang unik.

Ia memijit telapak kaki Tika dengan keong. Begitu Tika siuman langsung kakinya menendang Fahrul hingga terjerembab. Setelah Tika benar-benar sudah sadar dan bisa diajak bicara, Fahrul menghadiahkan keong itu pada Tika.

Kemudian, adegan selanjutnya dipercepat dengan kartun di mana hari demi hari yang dilalui pada akhirnya Tika dan Fahrul menikah. Inilah babak kehidupan baru bagi mereka berdua untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh ombak, gelombang dan badai besar yang nyaris menenggelamkan.

Tika bekerja di sebuah perusahaan yang membuat dirinya tiap hari harus pontang-panting pulang-pergi naik kereta. Para tetangga sering menyambanginya minta tolong kalau ada lowongan pekerjaan. Tika yang ringan tangan suka menolong itu pun berpikir keras, bagaimana ia bisa menolong mereka.

Ide bisnis datang dari coretan gambar dari anak-anaknya. Dari situ Tika mencoba untuk berani memulai sebuah bisnis baju muslim anak, sesuatu yang belum ia pahami sama sekali.

Tika mencoba membikin baju di sebuah konfeksi, tapi uang tabungannya yang tak seberapa hanya mampu untuk membikin baju sekitar dua kodi saja. Ia memanfaatkan para tetangga yang minta pekerjaan untuk menjualkan baju-baju itu.

Pada saat harus berani memulai bisnis, Tika juga harus berani menerima kenyataan pahit bahwa Fahrul, suaminya yang selama ini menjadi teladan dan tulang punggung keluarga, memutuskan untuk menjadi ayah rumah tangga dan mengikuti permintaan terakhir sang ibu untuk menikah lagi dengan wanita pilihan ibunya.

Film produksi Inspira Pictures memang inspiratif. Dua sutradara muda, Ali Eunoia dan Bobby Prasetyo cukup berhasil mengemas film adaptasi kisah nyata Tika.

Dari awalnya film dokumenter menjadi film layar lebar yang inspiratif ini. Keduanya bahu-membahu merajut cerita nyata yang dikembangkan dengan berbagai kisah dramatis yang mengharu biru.

Akting Acha Septriasa kian matang, dari kehidupan nyata ia sudah berumah tangga dan memiliki anak tampaknya menambah daya kekuatan pada penjiwaan karakter Tika yang dilakoninya.

Sosok wanita tangguh, keras kepala dan pekerja keras, yang begitu kekeh memperjuangkan impiannya sebagai pebisnis baju muslim anak. Dari kata ‘kekeh’ inilah yang kemudian menjadi merek dagangannya: Keke Collection.

Begitu juga dengan akting Ario Bayu tampak matang dan mampu mengimbangi akting Acha. Bahkan keduanya menjalin chemistry yang cukup baik sebagai pasangan suami-istri yang tampak tak lepas dari pertengkaran.

Justru pertengkaran itu bumbu rumah tangga agar tercipta keharmonisan dari dua pribadi berbeda yang menyatukan satu kebersamaan dalam kehidupan rumah tangga.

Adapun anak-anak yang diperankan Arina Mindhisya dan Shaquilla Nugraha sangat bagus begitu alami sebagaimana lazimnya usia anak-anak. Keduanya bintang cilik yang aktingnya memang cemerlang dan tentu patut mendapat apresiasi tinggi.

Ada sebuah adegan yang mengharukan, mereka anak-anak yang punya rasa keingintahuan yang begitu besar. Mereka dilarang masuk ke ruang kerja ibunya, tapi justru karena dilarang itulah mereka jadi penasaran.

Suatu hari, kakak beradik ini memberanikan diri untuk masuk. Ketika masuk ke dalam ruang kerja bunda, sang kakak tertarik dengan toples yang berisi keong kenangan perkenalan ayah bundanya.

Adiknya tampak ketakutan dan berulangkali mengingatkan kakaknya yang berbuat nekad mengambil toples itu. Begitu mendapatkan toples, bundanya memanggil, tentu saja sang kakak kaget dan kemudian menjatuhkan toples hingga pecah. Adiknya berlari menginjak pecahan kaca hingga berdarah. Mereka tentu saja kena marah bunda.

Film ini menginspirasi para ibu muda untuk mau terjun menjadi pebisnis tetapi tidak melupakan keluarganya. Jatuh bangun Tika dalam merintis bisnis.

Tika awalnya hanya pegawai sebuah kantor sebelum menceburkan diri ke dunia mode yang sama sekali baru baginya. Dimulai dari dua kodi, bisnis busana muslim anak-anak miliknya akhirnya berkembang sampai sekarang.

Poster film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi -Foto Istimewa dok PH Inspira Pictures.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.