Rumah Sakit Klaten Berikan Makanan Tambahan Gizi Gratis

144

SOLO — Langkah nyata dilakukan Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, Solo, Jawa Tengah, dalam memperingati hari gizi nasional tahun ini. Mereka berinisiatif memberikan makanan tambahan sumber gizi kepada seluruh pasien yang tengah dirawat.

Direktur Umum RSCH Klaten, dr. Netty Herawati menyebutkan, peran makanan bergizi menjadi faktor penting dalam mengembalikan stabilitas tubuh di tengah menjalani perawatan. Di samping perawatan optimal, takaran obat yang akurat, sumber asupan pasien juga harus diperhitungkan dengan cermat.

“Kita berikan sesuatu yang berbeda dari biasanya, yakni makanan sumber gizi secara gratis,” paparnya kepada awak media, Jumat (26/1/2018).

Direktur Umum RSCH Klaten,
dr. Netty Herawati/Foto: Harun Alrosid

Dikatakan dr Netty, konsep yang ingin dilakukan dalam memperingati hari gizi sengaja dibuat sederhana. Yakni, perawat memberikan makanan tambahan, di luar makanan yang dikonsumsi reguler oleh pasien. Makanan yang diberikan ini terutama untuk yang memiliki kandungan gizi.

“Ada di antaranya bubur kacang ijo, buah jeruk, dan makanan untuk menambah gizi lainnya,” urainya.

Melalui momentum hari gizi, pihak rumah sakit mengungkapkan jika persoalan gizi di Indonesia perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Sebab selama beberapa tahun belakangan, edukasi terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi semakin meredup. Sementara tingkat konsumsi masyarakat terhadap makanan semakin besar.

“Belum lagi beragamnya makanan saat ini perlu dicermati. Banyak yang makanan siap saji. Nah apakah makanan siap saji yang dapat dijumpai di mana saja sudah sehat dan memenuhi kriteria gizi,” tekannya.

Pemerintah, lanjut dr Netty, perlu menggalakkan edukasi atau memberikan pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat baik yang sehat ataupun sakit. Sebab, kasus anak yang kekurangan gizi atau gizi buruk di Indonesia masih banyak dijumpai.

Melalui aksi kecil ini, pihaknya berharap menjadi pemantik bagi siapa saja, termasuk pemerintah agar lebih memperhatikan makanan bergizi. Terutama bagi mereka yang tengah sakit aagar segera sehat dan tetap terjaga kondisi badannya. “Harapan kita satu, yakni masyarakat dapat memahami pentingnya makanan bergizi. Pemerintah juga mempunyai tanggung jawab untuk gerakan makanan bergizi ini,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pasien Nur Aini mengaku senang dengan adanya perhatian lebih dari pihak rumah sakit. Warga Klaten ini tak tahu menahu jika tanggal 25 Januari merupakan hari gizi nasional. “Tidak tahu kalau ada hari gizi nasional. Tapi saya terimakasih sekali sudah diberikan makanan penambah gizi,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.