Sekolah Lima Hari, Perhatikan Kondisi Sarana dan Prasarana

186

BALIKPAPAN – Dalam penerapan sekolah lima hari pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), DPRD Balikpapan meminta memperhatikan sarana dan prasarana sekolah untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Kebijakan penerapan sekolah lima hari tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny dalam tinjauan ke sejumlah sekolah swasta yang dilakukannya selama dua pekan ini mengatakan, masih ada beberapa sekolah yang sarana dan prasarananya kurang.

“Masih banyak sekolah yang belum siap dari 12 sekolah yang dipantau. Tapi sebagian sekolah juga ada yang sudah siap. Misalnya, sekolah juga belum menyiapkan loker untuk penyimpanan makanan yang dibawa siswa,” terangnya Selasa (30/1/2018).

Dalam penerapan sekolah lima hari itu, pihaknya akan terus memantau selama enam bulan ke depan, hingga awal tahun pembelajaran baru. “Itu dilakukan melihat dampak out put terhadap anak-anak. Pertama dilihat dari nilai hasil ujian akhir, kemudian pembentukan karakter anak,” beber Mieke.

Dia menilai, kelengkapan sarana dan prasarana sangat penting untuk kelangsungan pelaksanaan belajar mengajar. Selanjutnya, apabila sarana dan prasarana sudah lengkap maka sekolah bisa melakukan koordinasi dengan orang tua melalui komite sekolah.

“Koordinasi dengan orang tua untuk menyamakan persepsi dalam penerapan sekolah lima hari, karena percuma kebijakan diterapkan tapi fasilitas dan sarananya masih kurang mendukung,” papar perempuan berjilbab ini.

Dia menambahkan, sejak dilakukan peninjauan sekolah masih ditemukan guru yang mengajar sambil membawa anaknya, toilet dan air bersih di beberapa sekolah juga masih minim.

“Temuan-temuan selama peninjauan menjadi catatan kami dan ini jauh dari harapan kita,” pungkas Mieke.

Direktur SMP Integral Luqman Al Hakim, Ustaz Muzakkir, mengapresiasi sinergitas antara pemerintah dan DPRD kota Balikpapan terkait kebijakan lima hari sekolah tersebut.

“Dalam penerapan sekolah lima hari diperlukan SDM yang kuat dalam menjadikan siswa didik yang lebih baik,” tandasnya.

Ia juga berbagi pengalaman untuk sekolah yang baru mulai program sekolah lima hari dapat diawali dengan program yang tertata dengan baik.

“Mungkin buat sekolah yang baru mulai program ini, bisa diwali dari desain pembelajarannya, bagaimana membagi delapan jam tersebut. Jangan mengacu pada hasilnya, tapi pada proses. Agar anak-anak merasa nyaman dan menikmati pembelajaran dengan waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Kunjungan Komisi IV DPRD Balikpapan ke SMP Swasta terkait Penerapan Sekolah Lima Hari. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.