SMAN 8 Malang Miliki Laboratorium Pembelajaran Energi Surya

143

MALANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 8 Malang menjadi satu-satunya sekolah di Indonesia yang saat ini memiliki fasilitas laboratorium pembelajaran energi surya.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMAN 8, Mohammad Sulthon, dalam acara peresmian Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Laboratorium Pembelajaran  Energi Surya dengan kapasistas 15,36 on-grid, Selasa (30/1/2017).

Sulthon megatakan, Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Lab Pembelajaran  Energi Surya merupakan program bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Paiton Energi, bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).

Mendikbud, Muhadjir Effendy meresmikan PLTS SMAN 8 Malang. -Foto: Agus Nurchaliq

Menurut Sulthon, dengan hadirnya lab pembelajaran energi surya diharapkan akan menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mencintai lingkungan, sekaligus menjadi inovasi siswa untuk mengubah pola pikirnya, bahwa energi surya adalah energi terbarukan yang ramah lingkungan dan tidak pernah habis.

“Dengan diresmikannya PLTS di SMAN 8 diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk bisa belajar lebih dalam mengenai energi surya,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Direktur Keuangan Paiton Energy, Syakib Bafagih, bahwa program solar panel di SMAN 8 merupakan wujud program pengembangan lingkungan yang bersih. “Kami membangun solar panel dengan kapasitas 15 15,36 on-grid untuk memenuhi sebagian kebutuhan listrik di sekolah. Kami juga menyediakan laboratorium pembelajaran energi surya yang memungkinkan siswa-siswi SMAN 8 Malang untuk bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan energi surya,” sebutnya.

Sementara itu,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam sambutannya sebelum meresmikan lab pembelajaran energi surya, mengaku sangat mengapresiasi yang telah dilakukan Paiton Energy melalui program CSR-nya. Muhadjir juga mengakui, bahwasa meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kita memiliki kekayaan alam luar biasa yang bisa diolah dan dimanipulasi menjadi energi yang terbarukan. Namun, hal ini memang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, mudah-mudah dengan adanya lab di sini akan banyak melahirkan kader-kader research di bidang energi, khususnya energi terbarukan di Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alamnya ini,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.