Sumbar Targetkan 500 Haktare Lahan Sawah Baru

150

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 2018 menargetkan cetak sawah baru seluas 500 hektare di tiga kabupaten, guna meningkatkan produksi padi. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra, mengatakan tiga daerah yang ditargetkan menjadi lahan cetak sawah baru itu yakni Kabupaten Pasaman Barat seluas 300 hektare, Solok Selatan 100 hektare dan Limapuluh Kota 100 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, sebelumnya hingga Oktober 2017, seluas 450 hektare sawah baru telah terealisasi dari jatah provinsi seluas 600 hektare, sedangkan pada 2016 daerah setempat telah merealisasikan cetak sawah baru seluas 599,94 hektare.

“Cetak sawah baru merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dan pemanfaatan lahan yang tidak produktif, kemudian menggantikan akibat adanya alih fungsi lahan sawah,” katanya, Jumat (12/1/2018) sore.

Ia menjelaskan, sampai saat ini proses cetak sawah baru terdiri atas beberapa tahap, yaitu proses pembukaan lahan, yang merupakan tahap awal dalam proses cetak sawah baru dengan menggunakan alat berat. Kemudian proses land lavelling merupakan proses pemerataan lahan yang berbukit, untuk memperkecil kemiringan lahan, dengan cara penggalian tanah pada lahan yang kemudian diratakan.

“Selanjutnya pembuatan pematang, jaringan irigasi, jalan pertanian, pengolahan tanah, hingga penanaman. Sedangkan, untuk memperluas dan percepatan cetak sawah baru di Sumbar, pihaknya bersinergi dengan TNI yang berada di daerah tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, kendala petani setelah cetak sawah baru seperti kondisi tanah yang belum subur, sehingga produksi padi belum maksimal. Untuk itu, pihaknya memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian, menyalurkan bantuan bibit, pupuk, dan alat pertanian.

“Dengan adanya cetak sawah baru tersebut, semakin meningkatkan produksi padi di Sumbar untuk ke depannya, sehingga tercapai swasembada pangan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Isul, mengatakan, ada beberapa titik sawah di daerahnya itu benar-benar tidak bisa digarap untuk dijadikan sawah, karena selain rawa, juga banyak keong.

“Saya harap, jika pemerintah ingin mencetak sawah baru, tidak hanya untuk tiga daerah itu saja, tapi juga perlu di kawasan Pesisir Selatan ini. Karena, cukup banyak masyarakat yang bertani,” ucapnya.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Pesisir Selatan, luas lahan bisa mencapai ratusan ribu haktare. Hasil panennya juga terbilang cukup bagus, karena petani di sana juga cukup banyak yang melakukan tanam padi serentak.

“Intinya, saya berharap upaya penambahan lahan sawah juga ada untuk daerah saya ini. Supaya persoalan sawah yang banyak keong dan sebagainya itu, ada solusinya melalui lahan sawah baru,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...