Telusuri Dugaan Perkataan Kasar Trump Haiti Panggil Diplomat

39

PORT-AU-PRINCE – Haiti pada Jumat (12/1/2018) menyatakan kaget atas munculnya laporan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap negara itu sebagai “shithole atau lubang kotoran”. Pemerintah Haiti  memanggil pemimpin misi diplomatik AS di Haiti untuk meminta penjelasan mengenai hal tersebut.

Trump pada Kamis (11/1/2018) mempertanyakan kenapa Amerika Serikat mau menerima para imigran dari Haiti dan negara-negara Afrika. Dalam pernyataannya tersebut Trump menyebut beberapa negara sebagai negara-negara lubang kotoran. Tercatat ada  dua sumber berita yang mendengar perkataan tersebut.

Perkataan Trump tersebut membuat reaksi dari banyak pihak baik dari dalam negeri Amerika Serikat maupun asing. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/01/dubes-amerika-untuk-panama-mundur.html)

Pada Jumat, presiden asal Partai Republik tersebut membantah menggunakan kata-kata seperti itu. Namun Senator Demokrat AS Dick Durbin, yang menghadiri pertemuan Gedung Putih soal imigrasi satu hari sebelumnya, memastikan kepada para wartawan bahwa Trump memang menggunakan bahasa yang “keji dan kasar”, termasuk kata lubang kotoran.

Para politisi Afrika menilai Trump sebagai sosok yang rasis sementara kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa menanggapi dugaan perkataan Trump itu sebagai rasis dan bernada hasutan.

Duta besar Haiti untuk Washington, Paul Altidor, mengatakan negaranya merasa sedih karena perhatian tertuju pada perkataan itu pada Jumat (12/1/2018). Pada hari tersebut, Haiti sedang memperingati tahun kedelapan terjadinya gempa bumi hebat yang diyakini telah menewaskan 220.000 orang di kepulauan tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan Presiden (Haiti) Jovenel Moise tentang masalah itu dan, tentu saja, Presiden mengecam perkataan seperti itu dan beliau merasa kaget.” Menurut Altidor.

Altidor menyebut, Menteri Luar Negeri Haiti Antonio Rodrigue mengatakan, bahwa kepala misi diplomatik AS di Haiti sudah dipanggil untuk dimintai penjelasan soal dugaan perkataan kasar oleh Trump.

Amerika Serikat seharusnya mengenang Haiti atas sumbangannya kepada sejarah, termasuk dukungannya pada Revolusi Amerika berupa pengerahan pasukan ke Pertempuran Savannah di Georgia pada 1779. “Rakyat Haiti tidak boleh diperlakukan seperti itu. Rakyat Haiti tidak boleh dilihat sebagai sekelompok imigran yang datang di Amerika Serikat untuk mengeksploitasi sumber-sumber daya AS,” kata Altidor.

Altidor menyebut, rakyat Haiti sudah berada di AS sejak lama dan memberikan sumbangan kepada negara tersebut hingga seperti sekarang. “Kami bahkan memberikan pengorbanan habis-habisan ketika kami menumpahkan darah kami di Savannah,” kata Altidor. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.