Terkait Moral Pengacara, Fredrich Yunadi Seharusnya Datangi KPK

Editor: Satmoko

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan ketidakhadiran Fredrich Yunadi yang selama ini dikenal sebagai seorang pengacara atau advokat. Yang bersangkutan seharusnya datang ke Gedung KPK Jakarta untuk memenuhi panggilan undangan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan atau mempertanyakan terkait ketidakhadiran Fredrich Yunadi di Gedung KPK Jakarta. Fredrich Yunadi beralasan bahwa kebetulan dalam waktu yang sama dirinya sedang menjalani sidang dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) di Jakarta.

Febri Diansyah mengatakan, pada prinsipnya KPK tentu menghargai terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Peradi kepada Fredrich Yunadi. “Namun pemeriksaan etik tersebut tentu saja tidak bisa dijadikan suatu alasan untuk absen atau tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan melakukan perintangan atau menghalangi suatu penanganan proses hukum sebuah kasus korupsi dengan tersangka Setya Novanto,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi diketahui telah mengutus seorang pengacara yaitu Sapriyanto Refa untuk menyampaikan surat terkait alasan ketidakhadirannya di Gedung KPK Jakarta. Dengan adanya surat pemberitahuan tersebut, maka bisa dipastikan yang bersangkutan memang tidak akan hadir di Gedung KPK, hari ini.

Dalam surat tersebut, Fredrich Yunadi menjelaskan bahwa dirinya untuk sementara belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK. Dirinya meminta kepada KPK untuk melakukan penjadwalan ulang terkait pemanggilannya di hari lain, alasannya karena sedang menjalani persidangan dugaan pelanggaran etik yang dilakukannya.

“Surat panggilan pemeriksaan yang rencananya dilakukan penyidik KPK hari ini sebenarnya juga sudah dikirimkan atau disampaikan secara resmi kepada alamat yang bersangkutan. Surat tersebut dipastikan sudah diterima Fredrich Yunadi. Namun rupanya yang bersangkutan tidak menghiraukan panggilan pemeriksaan penyidik KPK,” pungkas Febri Diansyah.

Komentar