Terkendala Cuaca, Produksi Kopra Dilakukan dengan Sistem Pengasapan

146

LAMPUNG — Cuaca dengan dominasi hujan berdampak pada produksi kopra di Lampung Selatan. Proses penjemuran bahan baku pembuatan minyak goreng tersebut tidak maksimal dan hanya dilakukan untuk mempermudah pencungkilan.

Ismail (30) salah satu produsen pembuat kopra menyebutkan, sejak awal Januari kondisi cuaca yang didominasi hujan mengakibatkan proses pengeringan dilakukan dengan pengasapan mempergunakan batok kelapa yang dibakar dengan istilah penggarangan.

Ismail mengungkapkan, pada saat cuaca panas maksimal, proses pengeringan dilakukan dengan menghamparkan kelapa yang telah dipecah dan dicungkil sebelum siap jual. Kondisi cuaca yang kerap hujan dan mendung disebutnya kerap berimbas pengeringan kopra tidak maksimal dan kopra kerap berjamur yang berdampak pada kualitas kopra.

“Pengeringan alami memang mempergunakan sinar matahari namun dengan kondisi cuaca hujan kita mempergunakan limbah pencungkilan berupa batok kelapa sebagai bahan bakar mengeringkan kopra,” terang Ismail yang ditemui Cendana News tengah menjemur kopra di Desa Belambangan Kecamatan Penengahan, Sabtu (13/1/2018).

Pengeringan memanfaatkan sinar matahari mulai terhambat akibat curah hujan tinggi [Foto: Henk Widi]
Proses melayukan daging kopra dengan cara dijemur menjadi salah satu cara untuk menghemat tenaga dan mempercepat proses pengeringan selain dengan cara digarang.

Proses pengeringan dengan sistem pengasapan mempergunakan batok kelapa membutuhkan waktu sekitar setengah hari dengan kondisi proses membakar batok kelapa di sebuah rumah panggung khusus untuk pemanggangan kopra.

Setelah setengah hari proses penyortiran akan dilakukan memisahkan kelapa yang berubah menjadi kopra dengan ciri khas sudah berwarna kecoklatan dan kadar air semakin sedikit.

Meski terkendala cuaca sehingga proses pembuatan kopra terhambat, Udin (38) produsen lainnya menyebutkan harga belum mengalami kenaikan bahkan bertahan di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram meski sebelumnya pernah mencapai angka Rp9.000 per kilogram. Stabilnya harga kopra di level produsen tersebut diimbangi dengan ketersediaan stok kelapa di tingkat petani.

Baca Juga
Lihat juga...