Tiga Ganda Campuran Indonesia Tumbang di Istora

173

JAKARTA – Tiga pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia tumbang pada laga pertama turnamen Indonesia Masters 2018 yang berlangsung di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Selasa (23/1/2018) malam.

Pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi pasangan campuran pertama Indonesia yang gagal melangkah ke putaran kedua turnamen Grade II Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) itu. Hafiz/Gloria takluk dari pasangan Rusia Vitalij Durkin/Nina Vislova 21-19, 19-21, 16-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 54 menit.

Pasangan kedua yang tersingkir dalam Indonesia Masters 2018 adalah Riky Widianto/Masita Mahmudin. Ganda mantan atlet pemusatan pelatihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu kalah dari pasangan andalan Merah-Putih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 21-23, 17-21 selama 37 menit permainan.

Terakhir, adalah pasangan Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia menjadi pasangan ketiga wakil Indonesia yang gagal melaju ke putaran kedua Indonesia Masters 2018. Lukhi/Ririn kalah dari pasangan Denmark Mathias Christiansen/Christinna Pedersen 15-21, 17-21 selama 37 menit pertandingan.

Dengan demikian, Indonesia pada hari pertama pertandingan nomor ganda campuran, sukses menempatkan dua wakil pada putaran kedua. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. Ricky/Debby melaju ke putaran kedua dengan menaklukkan pasangan Hong Kong Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah 15-12, 21-12, 21-10 selama 42 menit.

Indonesia masih punya lima pasangan yang akan bertanding pada laga pertama Rabu (24/1/2018). Mereka adalah Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami, Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ronald/Winny Oktavina Kandow, dan Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama.

Sementara itu pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja ingin segera bangkit dari kegagalan mereka di turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2018 yang dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta.

Dalam pertandingan tersebut, Hafiz/Gloria mengaku banyak pelajaran yang dapat diambil seperti harus bisa keluar dari tekanan dan harus mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik lagi.

“Sekarang jadi pelajaran berharga bagi kami, kami inginnya jangan terlalu lama bersedih, harus disiapkan lagi, terlebih nanti kan ada India Terbuka juga kami main pekan depan,” kata Hafiz usai pertandingan.

Gloria mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pertandingan di Indonesia Master. Salah satu yang dirasakan adalah persoalan stamina. “Kalo performa kami, saya rasa ini yang paling buruk. Tapi ini juga jadi pelajaran ke depannya bagaimana kami menyiasati stamina agar bisa tetap fit dalam setiap pertandingan,” ujar Gloria.

Hafiz/Gloria mengaku dalam posisi kurang enak bermain sehingga tidak terlalu enjoy. Akibatnya pasangan tersebut sulit untuk menjaga konsistensi. “Yang jelas kami tadi belum bisa keluar tekanan saja, jadi masalahnya dalam diri saja tidak bisa tenang. Ke depannya kami akan lebih usahakan konsisten, lebih menjaga chemistry dan memberikan yang terbaik saja,” ucap Hafiz.

Selepas Indonesia Masters 2018, Hafiz/Gloria akan langsung bersiap menghadapi turnamen level 4 (Super 500) lainnya, yakni India Terbuka pada 30 Januari hingga 4 Februari 2018 mendatang. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...