Tisa TS, Penulis Skenario Film Spesial “Twist” Romantis

JAKARTA —Penulis skenario film, sebuah profesi yang sebenarnya sangat menjanjikan, tapi masih jarang “dilihat” masyarakat. Memang dia berada di balik layar, tapi penulis skenario bersama dengan produser dan sutradara termasuk yang menentukan dalam sebuah produksi film.

Tisa TS, salah seorang penulis skenario film yang patut diperhitungkan. Ia bersama Sukhdev Singh (produser) melahirkan banyak film-film laris box office produksi Screenplay Films seperti di antaranya, ‘Magic Hour’ (2015), ‘ILY from 38.000 Ft’ (2016), ‘London Love Story’ (2016), ‘Promise’ (2017), ‘One Fine Day’ (2017), ‘London Love Story 2’ (2017), ‘Surat Cinta untuk Starla: The Movie’ (2017) dan film yang akan beredar ‘London Love Story 3’ pada 1 Februari 2018 nanti. Bisa dibilang Tisa, penulis skenario film yang spesial twist romantis

“Ramuannya sebenarnya seperti biasa, natural. Dalam arti kita menghadirkan premis yang sederhana karena semua orang pasti pernah mengalami jatuh cinta, tapi treatment kita bikin spesial,” kata Tisa TS, penulis skenario film, kepada Cendana News, seusai acara press junket film ‘London Love Story 3’ di Queens Head Jl. Kemang Raya No. 18C, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta,30 November 1977 itu menerangkan, spesialnya dari pemainnya, penggarapan skenario dan eksekusi di lapangan. “Salah satu kelebihan Screenplay itu benar-benar team worknya solid, kuat, “ terangnya.

Menurut pemilik nama lengkap Georgia Patricia Titi Sari, awal menggodog skenario dari dirinya masih mentah sama Sukhdev Singh. Lalu, ke sutradara dan pemain, semua sama-sama pakai hati.

“Aku sendiri pada saat menulis skenario kalau dialog belum membuat kita merinding itu Pak Sukhdev itu akan bilang belum,” ujar Tisa. “Aku juga kalau belum baper banget mempertimbangkan untuk meng-email skenario. Aku minta waktu dulu karena kayaknya feel-nya belum dapat.”

Pada saat di lokasi shooting film, sutradara, dalam hal ini Asep Kusdinar, juga benar-benar harus dapat moment yang bikin dia benar-benar merinding.

“OK berarti kita nggak retake lagi,” cetusnya.

Pemain juga kebetulan seperti itu. Dimas( DImas Anggara) dan Michell (Michelle Ziudith), dua bintang yang dibesarkan Screenplay dan menjadi bintang besar, karena tidak hanya secara profesional dan kemampuan. Perilaku mereka pun juga layak dicontoh, karena mereka berdua sangat konsen, “ bebernya.

Kalau bintang lain hanya membaca skenario bagian mereka saja, tapi mereka benar-benar ingin tahu ini apa ceritanya dari A sampai Z. Mereka mengikuti sekali. Mereka bahkan bantu mengingetkan kesinambungannya.

“Kalau misalnya ada pemain lain, juniornya mereka yang baru gabung di Screenplay. Mereka membantu membimbing. Mereka memancing emosinya agar nanti take shooting berjalan baik, “ bebernya lagi.

Formulasi penggarapan skenario jangan sampai penulis menghadirkan hal-hal yang itu lagi. Penulis harus eksplorasi terus-menerus. Kisah cinta itu mainstrem, klise. Apa sih kisah cinta? Jatuh cinta, patah hati, jadian lagi. Sukdhev tidak menginginkan cerita mudah ditebak.

Lihat juga...