Titiek Soeharto: Solidaritas Negara Muslim Perlu Diperkuat

253

TEHERAN-IRAN —- Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Partai Golkar, Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto, menekankan perlunya negara-negara Muslim memperkuat solidaritas dan meningkatkan kapasitas peranannya dalam mewujudkan perdamian dunia maupun dalam meningkatkan kesejahteraan ummat manusia.

Baca juga: Menemani Keresahan Rakyat oleh Titiek Soeharto

Pandangan tersebut disampaikan kepada Cendana News melalui saluran telepon, di sela acara Konferensi Uni Parlemen Negara-negara Anggota OKI (Parliamentary Union of the OIC Member States PUIC) ke-13 di Teheran, Iran, pada 13-18 Januari 2018.

Konferensi dihadiri oleh perwakilan 41 negara Asia dan Afrika dari 54 negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam). Ada pun Titiek Soeharto hadir dalam konferensi tersebut bersama sejumlah delegasi Indonesia, yang diketuai oleh Dr. Fadli Zon.

Delegasi Indonesia dipimpin Dr. Fadli Zon berkunjung ke Parlemen Iran diterima Ketua Parleman Iran, Ali Larijani. Delegasi Indonesia antara lain tampak Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto-ketiga dari kiri. -Foto: Ist.

“Sebagaimana amanat UUD 1945 untuk turut serta mewujudkan perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan sosial, Indonesia berkepentingan mendorong negara-negara Muslim untuk memperkuat solidaritasnya dan meningkatkan kapasitasnya dalam mewujudkan perdamaian dunia. Ummat Muslim lebih seperlima penduduk dunia, merupakan potensi yang tidak bisa diabaikan dalam menentukan perdamaian dunia. Indonesia merupakan negara dengan warga negara muslim terbesar di dunia, peranannya tentu sangat penting dalam mendorong penguatan solidaritas negara-negara Muslim yang lain. Itu kenapa kehadiran dan peran Indonesia sangat penting dalam konferensi tersebut”, urai putri Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, tersebut.

Baca juga: Meski Pakai Masker, Peserta Reuni 212 Tetap Kenali Titiek Soeharto

Selain mendorong penguatan solidaritas dan kapasitas peran, sikap Indonesia sebagaimana dikemukakan pula oleh ketua delegasi Indonesia, Dr. Fadli Zon, adalah perlunya soliditas negara-negara Muslim dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian krisis kemanusiaan yang menimpa ummat Muslim Rohingya, Myanmar.

Berita Titiek Soeharto, KLIK: Kabar Cendana

Indonesia, kata Fadli Zon, juga mengajak negara-negara Muslim untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam merupakan agama damai, yang mengajarkan perdamian. Dan, segala bentuk terorisme yang selama ini dilekatkan dengan Islam, oleh berbagai pihak, justru merusak citra Islam itu sendiri. Islam sangat pro pembangunan, ilmu pengetahuan, budaya, juga menghormati perbedaan.

“Sikap Indonesia terhadap Palestina dan Rohingya, jelas. Yerusalem merupakan Ibukota Palestina dan hak Palestina atas kedaulatan negerinya. Negara Muslim harus memperkuat soliditasnya untuk memberi dukungan kepada Palestina. Begitu pula dengan Rohingya, Negara Muslim perlu meningkatkan solidaritasnya untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di kawasan itu”, tambah Titiek Soeharto.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.