Uang Rusak di Babel Capai Rp572,4 Miliar

PANGKALPINANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung mencatat uang rusak di wilayah tersebut mencapai Rp572,4 miliar. Uang rusak tersebut tercatat dalam kondisi tidak layak edar.

Jumlah uang rusak tersebut adalah yang terkumpulkan selama 2017. “UTLE tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu Rp447,8 miliar, 2017 ada Rp572,4 miliar,” kata Kakanwil BI Babel, Bayu Martanto, Senin (1/1/2018).

Selama 2017 BI Babel lebih gencar mensosialisasikan ke masyarakat untuk menukarkan uang yang tidak layak edar dengan uang yang layak edar. Hal tersebut menjadikan jumlah UTLE yang berhasil dikumpulkan menjadi meningkat. Upaya sosialisasi dilakukan dengan menggelar program gebyar Rupiah sekaligus gerakan peduli koin dan uang lusuh.

“Kita intens memberikan pelayanan kepada masyarakat supaya mendapat uang layak edar. Uang lusuh kita ganti dengan uang yang baru atau uang layak edar melalui penukaran di BI atau kas keliling di beberapa wilayah di Babel,” tambahnya.

UTLE yang dikumpulkan akan dimusnahkan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan dan Babel. Pemusnahan dilakukan secara rutin setiap pekan di lembaga tersebut. Pemusnahan dilakukan sampai taraf tidak dikenali untuk mencegah terjadinya penggunaan ulang.

Bayu berharap, masyarakat bisa menyayangi dan merawat uang Rupiah mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan oleh BI untuk melakukan pencetakan uang baru. “Masyarakat harus menyayangi dan merawat uang dengan cara tidak disteples, tidak diremas, dirobek, dibasahi dan tidak dicoret,” katanya.

Selain itu, di 2017 BI Babel juga menemukan uang yang diragukan keasliannya sebanyak 62 lembar. Walaupun dengan jumlah yang sedikit dibandingkan dengan inflow, BI tetap melakukan upaya pemberian sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mencirikan ke aslian uang.

“Secara logis sangat kecil. Tapi itu juga tidak boleh lengah, kita akan selalu sosialisasi ciri ke aslian Rupiah,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...